Stecu Stecu Raih Posisi Kedelapan Global Top 20 TikTok 2025, Satu-satunya Lagu Indonesia

LifestyleNasional
Views: 10

Platform media sosial TikTok baru-baru ini merilis daftar resmi Global Top 20 Songs 2025, yang mencerminkan tren audio paling dominan sepanjang tahun. Dalam daftar tersebut, industri musik Indonesia mencatatkan prestasi signifikan melalui lagu Stecu Stecu yang diciptakan oleh Faris Adam. Trek ini berhasil menembus jajaran dua puluh besar lagu global dan langsung menempati posisi kedelapan. Pencapaian ini menjadi sorotan utama karena Stecu Stecu merupakan satu-satunya lagu berakar dari Indonesia yang mampu bersaing di papan chart internasional TikTok.

Posisi yang diraih Stecu Stecu menunjukkan daya tarik lintas batas negara yang kuat. Berdasarkan data yang dipublikasikan oleh TikTok, trek karya Faris Adam ini mencatatkan angka penggunaan yang lebih tinggi dibandingkan sejumlah lagu internasional yang sebelumnya diprediksi akan mendominasi. Lagu tersebut berhasil mengungguli trek Anxiety dari Doechii, Sparks milik Coldplay, ocean eyes dari Billie Eilish, serta That’s So True yang dipopulerkan Gracie Abrams. Data ini menegaskan bahwa algoritma rekomendasi TikTok tidak hanya memprioritaskan artis papan atas asal Amerika Serikat atau Eropa, tetapi juga membuka peluang bagi konten kreator independen dari berbagai negara.

Popularitas Stecu Stecu tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan melalui akumulasi engagement organik selama beberapa bulan terakhir. Lagu ini awalnya menyebar luas melalui tren stelan cuek yang melibatkan jutaan pengguna TikTok dari berbagai belahan dunia. Tren ini kemudian semakin meluas ketika sejumlah figur publik dan selebritas turut serta dalam tantangan video tersebut. Di Indonesia, Cinta Laura menjadi salah satu tokoh yang mempopulerkan kembali lagu ini melalui unggahannya. Di kancah internasional, lagu ini juga berhasil menarik perhatian idol K-pop seperti Liz dari grup IVE serta anggota NCT WISH, yang turut serta dalam tren tersebut.

Di pasar domestik, Stecu Stecu juga menunjukkan performa yang konsisten sepanjang tahun 2025. Platform musik dan media sosial mencatat bahwa lagu ini berhasil menduduki peringkat kedua dalam daftar Songs of the Summer 2025 versi Indonesia yang dirilis pada September silam. Kesuksesan ini memberikan dampak positif terhadap visibilitas musisi independen Indonesia di mata industri hiburan global. Banyak pemangku kepentingan industri musik lokal kini mulai meninjau ulang strategi promosi digital, dengan lebih menekankan pada keterlibatan pengguna platform video pendek sebagai kendaraan utama untuk mendongkrak popularitas trek baru.

Sementara itu, puncak tangga lagu Global Top Song of 2025 di TikTok ditempati oleh lagu Pretty Little Baby yang dipopulerkan oleh Connie Francis. Trek klasik ini pertama kali dirilis pada tahun 1962, yang berarti telah berusia lebih dari enam dekade sebelum kembali menemukan kejayaan di era digital. Keberhasilan lagu ini dalam menduduki peringkat pertama tidak hanya di chart global, tetapi juga di US Song of 2025, menandakan adanya fenomena revitalisasi musik lama yang didorong sepenuhnya oleh interaksi pengguna platform media sosial. Tren ini menunjukkan bagaimana algoritma rekomendasi dapat mengangkat kembali arsip musik yang sebelumnya dianggap telah terlupakan.

Mekanisme kebangkitan Pretty Little Baby sangat erat kaitannya dengan pola konsumsi konten video pendek. Lagu ini digunakan sebagai soundtrack dalam lebih dari 28,4 juta video di seluruh dunia. Konten-konten tersebut umumnya menampilkan momen keluarga, hewan peliharaan, hubungan interpersonal, serta keindahan alam seperti bunga. Total penayangan kumulatif dari video-video yang menggunakan trek ini mencapai angka 68,6 miliar. Salah satu pemicu lonjakan popularitasnya adalah unggahan oleh Kylie Jenner yang menampilkan putrinya, Stormi, dengan menggunakan lagu tersebut. Video tersebut telah ditonton lebih dari 132 juta kali dan menjadi katalis utama penyebaran audio di berbagai wilayah.

Respons dari Connie Francis terhadap fenomena ini mencatatkan sejarah tersendiri dalam industri musik. Di usia senja, artis legendaris tersebut memutuskan untuk resmi bergabung dengan TikTok pada tahun 2025 setelah lagu ciptaannya kembali bersinar di platform tersebut. Francis menyampaikan rasa kagum dan kebahagiaannya melalui unggahan pertama di akun resminya. Ia menyatakan bahwa kejutan besar dirasakan melihat lagu yang direkam lebih dari enam dekade lalu mampu menarik perhatian generasi pendengar baru secara global. Ungkapan terima kasih kepada TikTok menjadi simbol adaptasi seniman veteran terhadap ekosistem distribusi konten digital modern.

Keberhasilan Stecu Stecu dan Pretty Little Baby dalam daftar akhir tahun TikTok mencerminkan transformasi fundamental dalam cara industri musik mengukur kesuksesan. Platform video pendek kini berfungsi sebagai mesin penemuan musik yang setara dengan radio dan layanan streaming tradisional. Data penggunaan audio, jumlah video yang dibuat, dan total penayangan menjadi metrik utama yang menentukan dampak budaya sebuah lagu. Bagi pemusik dan label rekaman, strategi promosi harus mengintegrasikan kreativitas pengguna sebagai komponen inti. Hal ini membuka peluang bagi karya dari berbagai latar belakang geografis dan generasi untuk bersaing secara setara di panggung global.

You May Also Like

Oracle PHK Ribuan Karyawan & Freeze Rekrutmen, Dorong Otomatisasi AI
KBRI Tokyo Klarifikasi Isu Viral: 2026 Bukan Tahun Terakhir Pekerja RI ke Jepang

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan