Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan kesepakatan dengan AS untuk menghindari konflik “dalam jangkauan”. Pernyataan ini muncul menjelang perundingan antara kedua negara di Jenewa, Swiss.
Araghchi menyebut ini sebagai “peluang bersejarah untuk mencapai kesepakatan yang belum pernah terjadi sebelumnya”. Ia menekankan pentingnya diplomasi, merujuk pada ancaman militer AS terhadap Iran.
Iran menegaskan tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir. Namun, Iran juga mengakui hak rakyatnya atas manfaat teknologi nuklir damai.
Perundingan tidak langsung di Jenewa akan menjadi putaran ketiga diskusi antara Washington dan Teheran. Oman menjadi mediator dan berharap ada dorongan positif untuk menyelesaikan kesepakatan.
Dalam pidato kenegaraannya, Trump tetap bersikap keras terhadap Iran. Ia lebih memilih diplomasi, namun menuduh Iran mengembangkan rudal yang dapat mencapai AS.
“Saya lebih memilih menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi,” kata Trump. “Tetapi saya tidak akan pernah membiarkan negara sponsor teror nomor satu di dunia memiliki senjata nuklir.”
Trump menuding Iran memulai kembali program senjata nuklir setelah serangan AS pada Juni 2025. “Kami menghapusnya, dan mereka ingin memulai lagi,” ujarnya.
Araghchi memimpin negosiasi untuk Iran. Sementara Steve Witkoff dan Jared Kushner mewakili AS.
Setelah perundingan terakhir, Trump memberi Iran waktu 10-15 hari untuk mencapai kesepakatan. Ia mengisyaratkan intervensi militer di tengah peningkatan kehadiran militer AS di dekat Iran.
Perundingan di Jenewa berlangsung saat kapal induk AS, USS Gerald R Ford, berlabuh di pangkalan NATO di Kreta. Kapal ini menuju Timur Tengah, di mana AS meningkatkan kehadiran militernya.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga melakukan latihan militer di selatan negara itu. Mereka menyatakan telah membangun “benteng yang kuat” di wilayah tersebut.
Situasi di Iran diwarnai campuran antara ketakutan akan perang dan harapan diplomasi. Ketidakpuasan publik juga muncul akibat kesulitan ekonomi dan masalah politik.
AS mengakui telah menyebabkan kekurangan dolar AS di Iran, yang berdampak pada ekonomi. Ini berkontribusi pada protes jalanan pada bulan Desember.





















