Timnas Indonesia diharapkan menunjukkan performa yang lebih bervariasi saat menghadapi Singapura dalam laga penentuan Grup A Piala AFF 2026. Pengamat sepak bola, Alief Syachviar, menyoroti bahwa strategi Garuda terlalu mudah dibaca lawan, terutama setelah kekalahan telak dari Vietnam.
Pertandingan krusial ini akan berlangsung di Stadion Jalan Besar pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kemenangan mutlak diperlukan bagi skuad asuhan John Herdman untuk bisa melaju ke babak semifinal.
Alief menekankan pentingnya belajar dari kekalahan 0-3 melawan Vietnam. Ia menilai bahwa permainan Indonesia terlalu monoton, terlalu sering mengandalkan umpan langsung ke Mitchell Baker, sehingga mudah diantisipasi lawan.
“Saya melihat John Herdman menggunakan formasi 3-4-3, namun kurang variatif. Saat menyerang, bola terlalu sering diarahkan langsung dan banyak crossing ke Mitchell Baker,” ungkap Alief kepada detikSport.
“Pola ini diulang terus-menerus sepanjang pertandingan. Meskipun kita menguasai bola, setelah melewati garis tengah, bola sebagian besar langsung diangkat. Tidak ada kombinasi permainan yang apik,” tambahnya.
**Lini Tengah Kurang Kreatif, Serangan Minim Variasi**
Menurut Alief, permasalahan Timnas Indonesia tidak hanya terletak di lini depan, melainkan juga pada minimnya kreativitas di lini tengah. Saat melawan Vietnam, John Herdman menempatkan Marc Klok dan Ivar Jenner sebagai motor serangan. Namun, Alief berpendapat bahwa keduanya bukanlah tipe gelandang yang agresif dalam membawa bola menembus pertahanan lawan.
Akibatnya, Indonesia lebih sering melancarkan bola-bola panjang daripada membangun serangan melalui kombinasi umpan-umpan pendek yang terstruktur.
“Tidak ada permainan dua sentuhan. Kita terlalu terpaku pada Mitchell Baker. Seharusnya ada dukungan dari lini kedua, atau bahkan Baker bisa dijadikan striker tembok,” jelas Alief.
Ia juga menyoroti bagaimana Vietnam berhasil memanfaatkan celah yang ditinggalkan Indonesia melalui transisi cepat. “Ini taktik sederhana. Vietnam, begitu kehilangan bola, langsung mengangkat bola ke sayap, pemain mereka berlari, dan langsung berhadapan dengan Nadeo Argawinata. Pola ini berulang beberapa kali,” tuturnya.
Alief berharap Timnas Indonesia bisa tampil lebih fleksibel dan tidak kaku saat menghadapi Singapura. Variasi serangan dan kreativitas di lini tengah dianggapnya sebagai kunci utama agar Garuda tidak lagi mudah ditebak lawan dalam pertandingan penentu ini.





















