Federasi Catur Rusia mengumumkan bahwa Grandmaster catur Soviet, Boris Spassky, telah meninggal dunia pada usia 88 tahun. Spassky dikenal karena pertandingan catur yang ikonik melawan Bobby Fischer pada puncak Perang Dingin.
Federasi Catur Rusia menyebut kepergian Spassky sebagai “kehilangan besar bagi negara”. Pernyataan tersebut tidak merinci kapan tepatnya Spassky meninggal atau penyebab kematiannya.
Pertandingan Spassky melawan Bobby Fischer pada tahun 1972 menjadi simbol konfrontasi antara Timur dan Barat. Duel Perang Dingin ini menginspirasi banyak buku, dokumenter, dan film, termasuk novel Walter Tevis, “The Queen’s Gambit”, yang kemudian diadaptasi menjadi serial Netflix yang populer.
Spassky meraih gelar juara dunia pada tahun 1969 dan memegang gelar tersebut hingga pertandingan penting melawan Bobby Fischer. Meskipun awalnya memimpin, Spassky akhirnya dikalahkan oleh Fischer, mengakhiri dominasi Soviet dalam dunia catur sejak tahun 1948.
Kekalahan tersebut dianggap sebagai pukulan bagi Moskow, namun Spassky mengaku merasa lega karena terbebas dari tanggung jawab yang besar. Spassky lahir di Leningrad (sekarang St. Petersburg) pada tahun 1937 dan menunjukkan bakat catur yang luar biasa sejak usia muda. Ia menjadi juara dunia junior dan grandmaster termuda dalam sejarah pada usia 18 tahun.
Kisah rivalitas Spassky dan Fischer mengingatkan pada persaingan sengit dalam dunia olahraga lainnya, seperti rivalitas antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di MotoGP, yang juga melibatkan strategi dan tekanan psikologis yang besar.























