Bagi sebagian wanita, memiliki bokong besar seringkali dianggap sebagai kekurangan. Namun, di balik persepsi tersebut, terdapat beberapa manfaat kesehatan yang menarik. Lemak yang tersimpan di area bokong ternyata dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai penyakit kronis.
Lemak di area bawah tubuh sering disebut sebagai “lemak pelindung” karena berfungsi sebagai penghalang alami terhadap penyakit serius. Studi dari University of Oxford dan tinjauan di International Journal of Obesity menunjukkan adanya hubungan antara lemak gluteofemoral dengan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular yang lebih rendah. Lemak ini mampu menjebak partikel lemak berbahaya dan menguranginya dalam aliran darah.
Selain itu, wanita dengan bokong yang lebih besar cenderung memiliki profil kolesterol yang lebih sehat, yaitu kadar kolesterol HDL (kolesterol baik) yang lebih tinggi dan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) yang lebih rendah. Hal ini membantu menjaga arteri tetap bersih dan mengurangi risiko penyakit jantung. Perlu diketahui juga bahwa lemak di bokong adalah “lemak kuning” atau “lemak baik”, berbeda dengan “lemak putih” di perut yang dapat memicu peradangan dan tekanan darah tinggi.
Otot bokong yang kuat dan besar juga berperan penting dalam menjaga keselarasan tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh. Kondisi ini dapat mengurangi ketegangan dan nyeri pada punggung bawah yang sering disebabkan oleh duduk terlalu lama. Selain itu, otot gluteus yang kuat meningkatkan stabilitas tubuh bagian atas dan keseimbangan, sehingga mengurangi risiko jatuh. Bokong yang berisi juga berfungsi sebagai bantalan alami yang melindungi tulang panggul dan tulang duduk dari cedera saat terjatuh atau duduk di permukaan keras.
Selama kehamilan, wanita dengan bokong yang lebih kuat dapat menyeimbangkan berat perut yang bertambah, sehingga mengurangi tekanan berlebih pada tulang belakang dan meminimalisir risiko cedera. Lemak di area paha dan bokong juga menyimpan asam lemak Omega-3 yang penting untuk perkembangan otak, memori, dan kemampuan kognitif. Bahkan, ada hipotesis bahwa cadangan lemak Omega-3 ini digunakan untuk memperkaya ASI, sehingga anak-anak yang lahir dari ibu dengan pinggul lebar cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik. Secara medis, bentuk tubuh dengan bokong yang lebih besar memiliki keuntungan dari segi kesehatan jangka panjang yang optimal. Kendati demikian, mempertahankan berat badan yang proporsional tetap menjadi prioritas. Hal ini dikarenakan terdapat berbagai variabel kesehatan lain yang berpotensi memicu timbulnya penyakit dalam tubuh. Seperti yang dilansir dari Hellosehat dan Cosmopolitan.





















