Pengunduran diri seorang polisi bernama Vicky Katiandagho menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ia dikenal karena keberaniannya menangani berbagai kasus.
Keputusannya untuk meninggalkan kepolisian bukan karena mutasi atau masalah lainnya. Ini adalah perpisahan yang terasa personal dan penuh makna.
Vicky menyampaikan salam perpisahannya melalui video sederhana yang diunggah di halaman Polda Sulawesi Utara.
Dalam video tersebut, ia mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukungnya selama bertugas.
“Terima kasih Polda Sulut mbe. Terima kasih Polres Minahasa. Terima kasih Polres Kepulauan Talaud. Terima kasih ZAZG…”, ujarnya dalam video.
Ia juga bersujud sebagai simbol pelepasan beban dan kenangan selama mengabdi di kepolisian.
Tidak ada yang tahu pasti apa yang dirasakan oleh Vicky saat mengambil keputusan tersebut.
Mungkin ada rasa kecewa, lelah, atau ketulusan yang mendalam. Ungkapan “I Quit” menandakan akhir dari sebuah perjalanan panjang.
Perjalanan karir Vicky di kepolisian kemungkinan menyimpan pengalaman yang tidak banyak diketahui publik.
Kini, ia bukan lagi bagian dari institusi kepolisian. Keputusannya meninggalkan tanda tanya dan rasa haru.
Pengunduran diri Vicky menjadi sorotan karena kesederhanaan dan ketulusan yang terpancar dari dirinya.
Banyak yang berspekulasi mengenai alasan di balik keputusannya, namun hanya Vicky yang tahu kebenarannya.
Vicky kini memulai babak baru dalam hidupnya setelah mengabdikan diri sekian lama di kepolisian.





















