Hujan deras menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di wilayah selatan Peru. Lebih dari 300 distrik di seluruh negeri telah mendeklarasikan keadaan darurat.
Otoritas Peru menemukan jenazah ayah dan anak yang tewas akibat tanah longsor. Bencana ini melanda wilayah Ica dan Arequipa, berdampak pada sekitar 5.500 rumah.
Banyak warga terpaksa mengungsi akibat banjir. Pemerintah Arequipa telah meminta presiden sementara untuk menyatakan keadaan darurat di wilayah tersebut.
Gubernur Arequipa mengumumkan pembukaan sejumlah tempat penampungan. Fasilitas ini diperuntukkan bagi para pengungsi yang menyelamatkan diri dari banjir.
Dewan Menteri Peru menyatakan lebih dari 700 distrik di seluruh negara dalam status darurat. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan bencana.
Di Cayma, Arequipa, sebuah mobil terlihat terkubur lumpur. Rumah-rumah terancam runtuh setelah banjir bandang menghancurkan jalan.
Tanah terkikis akibat banjir, menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur. Tim penyelamat terus berupaya membersihkan jalan dari lumpur.
Sebelumnya, 15 orang tewas dalam kecelakaan helikopter militer saat memberikan bantuan. Kecelakaan terjadi saat helikopter melakukan operasi penyelamatan.
Puing-puing helikopter ditemukan di distrik Chala. Tujuh anak termasuk di antara 11 penumpang dan empat awak yang tewas.
Fenomena iklim El Niño Costero menjadi penyebab hujan deras. Kondisi ini diperkirakan akan semakin kuat bulan depan.
El Niño adalah siklus alami yang telah ada selama ribuan tahun. Namun, para ilmuwan menghubungkan dampaknya dengan perubahan iklim.
Peningkatan suhu global meningkatkan potensi pemanasan laut. Hal ini memicu curah hujan tinggi dan banjir yang lebih dahsyat.
Seperti yang dilansir dari Reuters dan Associated Press, tim penyelamat terus berupaya mencari korban dan memberikan bantuan.





















