Pemerintah Kuba menuduh 10 pria bersenjata di atas speedboat mencoba menggulingkan pemerintah. Mereka berlayar dari Amerika Serikat.
Empat dari 10 orang itu tewas dalam baku tembak dengan petugas perbatasan Kuba. Insiden ini terjadi pada pekan ini.
Enam anggota kru yang selamat sedang dirawat karena luka-luka mereka. Setidaknya satu petugas Kuba juga terluka dalam baku tembak tersebut.
CBS News melaporkan bahwa setidaknya satu warga negara AS tewas. Informasi ini didapat dari pejabat Gedung Putih.
Pemerintah Kuba membela diri. Mereka mengklaim penumpang speedboat menembak duluan ke arah petugas perbatasan.
“Kuba akan membela diri dengan tegas terhadap agresi teroris dan tentara bayaran,” kata Presiden Kuba, Manuel Diaz-Canel.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Kuba dan AS. AS terus mengancam pemerintah komunis Kuba.
Pemerintahan Donald Trump meningkatkan sanksi ekonomi. Salah satunya blokade bahan bakar ke Kuba pada Januari lalu.
Baru satu orang tewas yang diidentifikasi, yaitu Michel Ortega Casanova. Temannya mengatakan Casanova ingin menggulingkan pemerintah.
“Tujuannya adalah melawan pemerintah kriminal,” kata Wilfredo Beyra, dari Partai Republik Kuba di Tampa.
Keluarga Casanova tidak tahu soal rencana ini. Mereka tahu dia termotivasi oleh penderitaan rakyat Kuba.
“Tidak ada yang tahu,” kata Misrael Ortega Casanova, saudara laki-lakinya. “Ibu saya sangat terpukul.”
Pejabat AS akan menyelidiki insiden ini dan membantah keterlibatan pemerintah. Kedutaan AS di Havana mencari informasi lebih lanjut.





















