Senegal Kecam Penahanan Fans di Maroko Usai Final AFCON

BeritaInternasionalOlahraga
Views: 12

Perdana Menteri Senegal, Ousmane Sonko, mengecam Maroko terkait penahanan 18 suporter Senegal usai final Piala Afrika (AFCON) Januari lalu.

Para suporter ditangkap di Rabat saat final. Pertandingan sempat ditunda karena protes pemain Senegal atas penalti kontroversial untuk tuan rumah.

Fans mencoba masuk lapangan saat laga 19 Januari. 18 orang ditangkap dan didakwa dengan hooliganisme serta kekerasan pada petugas.

Hukuman penjara diberikan, dari tiga bulan hingga satu tahun, serta denda hingga 5.000 dirham ($545).

“Masalah ini di luar ranah olahraga,” kata Sonko di parlemen Senegal, Selasa.

“Untuk dua negara yang bersahabat, hal ini seharusnya tak terjadi.”

Ke-18 fans membantah melakukan kesalahan dan tidak mengajukan banding. Senegal akan meminta pengampunan dari Raja Maroko, Mohammed VI.

“Jika tidak, ada perjanjian yang memungkinkan kami meminta mereka menjalani hukuman di negara sendiri,” imbuh Sonko.

Asosiasi Sepak Bola Senegal (FSF) langsung mengecam hukuman tersebut, menyebutnya “sangat keras”.

“Bentrok terjadi di banyak stadion, termasuk setiap akhir pekan di Maroko, tanpa sanksi seperti itu,” kata Bacary Cisse, ketua komite komunikasi FSF.

Pengacara para fans, Patrick Kabou, menyatakan pada 6 Februari bahwa mereka masih “menunggu dakwaan”.

Beberapa bahkan mogok makan sebagai bentuk protes atas penahanan dan perlakuan mereka.

Kabou juga merasa hukuman itu “tak bisa dipahami” dan menyebut kliennya sebagai “korban”. Senegal memenangkan final 1-0 setelah perpanjangan waktu.

Tags: AFCON, Maroko, Senegal

You May Also Like

Suriah Hadapi Dua Front Pertempuran: Loyalis Assad dan ISIS Serang
Kim Jong Un Ancam Korsel, Minta AS Hentikan Kebijakan Hostil

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan