Trump Lancarkan Operasi Imigrasi Baru di Maine, Targetkan Gubernur Demokrat

BeritaInternasionalPolitik

Pemerintahan Donald Trump mengumumkan operasi penegakan imigrasi terbarunya, kali ini di negara bagian Maine. Departemen Keamanan Dalam Negeri mengkonfirmasi bahwa razia imigrasi telah dimulai dengan nama “Operasi Tangkapan Hari Ini”.

Seorang juru bicara pemerintahan Trump mengisyaratkan bahwa penargetan Maine adalah respons politik terhadap perseteruan antara presiden dan gubernur negara bagian itu, Janet Mills. Juru bicara tersebut menuduh Gubernur Mills lebih memilih untuk membela imigran ilegal daripada melindungi warga Amerika yang taat hukum.

Namun, muncul rumor bahwa Maine dipilih karena populasi Somalia-Amerika yang signifikan di kota Portland dan Lewiston. Trump telah berulang kali mencemooh komunitas Somalia, bahkan menyebut mereka “sampah”. Retorika rasis dan anti-imigran telah menjadi ciri khas kampanye Trump, dan dia sering menargetkan kelompok tertentu, mengaitkan identitas imigran mereka dengan aktivitas kriminal.

Fokus Trump pada komunitas Somalia muncul setelah beberapa anggota terlibat dalam skandal penipuan di Minnesota, negara bagian tempat operasi penegakan imigrasi diluncurkan sebelumnya. Upaya tersebut ditandai dengan bentrokan antara agen federal dan pengunjuk rasa, dan seorang wanita tewas tertembak setelah berinteraksi dengan ICE (Immigration and Customs Enforcement).

Wali Kota Portland, Mark Dion, menyatakan bahwa komunitas imigran merasa “cemas dan takut” akibat tindakan ICE. Dia mempertanyakan apakah operasi besar-besaran diperlukan untuk mengatasi pelanggaran imigrasi di wilayah tersebut, dan menyerukan ICE untuk mengadopsi taktik yang berbeda dari yang digunakan di Minnesota. Dion menekankan bahwa sementara mereka menghormati hukum, mereka menentang pendekatan paramiliter dalam penegakan hukum federal. Seorang anggota dewan kota Portland, Wesley Pelletier, menggambarkan razia itu sebagai bagian dari “agenda nasionalisme kulit putih”.

ICE mengklaim telah melakukan 50 penangkapan sebagai bagian dari operasi tersebut dan mengidentifikasi hampir 1.400 individu untuk ditahan di Maine. Departemen Keamanan Dalam Negeri menyoroti empat penangkapan sebagai contoh, menuduh mereka melakukan kejahatan mulai dari penyerangan hingga membahayakan kesejahteraan anak. Namun, pejabat Demokrat di negara bagian itu menuduh pemerintahan Trump menolak untuk berkoordinasi sebelum operasi tersebut, sehingga meningkatkan kecemasan di tingkat lokal.

Gubernur Mills telah lama menjadi lawan politik Trump. Mereka pernah bersitegang di depan umum terkait kebijakan yang melarang atlet transgender dari acara olahraga, dengan Trump mengancam akan memotong dana federal jika Maine tidak patuh. Administrasi Trump juga mengambil serangkaian tindakan yang menargetkan Mills, termasuk meluncurkan penyelidikan pendidikan, menangguhkan hibah penelitian kelautan, dan membekukan dana federal lainnya untuk Maine. Dalam menanggapi penempatan ICE ini, Mills menegaskan kembali komitmennya untuk melindungi keselamatan dan hak-hak warga Maine dan mempertahankan proses hukum.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya perdebatan tentang imigrasi di Amerika Serikat, dan dampaknya dapat dirasakan oleh komunitas imigran di seluruh negeri. Seperti yang dilansir dari Al Jazeera, operasi ini menimbulkan kekhawatiran tentang taktik penegakan hukum yang digunakan oleh ICE dan potensi dampak negatif pada komunitas yang rentan. Situasi ini mengingatkan kita pada tantangan yang dihadapi oleh imigran dan pentingnya melindungi hak-hak mereka di tengah kebijakan yang kontroversial.

Tags: Amerika Serikat, Imigrasi, Trump

You May Also Like

Film Horor “Alas Roban” Siap Tayang di Bioskop pada 15 Januari 2026
Warga Yaman Ungkap Penyiksaan di Penjara Rahasia yang Dikelola UEA

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan