Kapten Sepak Bola Uganda Dibunuh dalam Serangan Geng, Publik Murka

InternasionalKriminalOlahraga
Views: 4

Uganda berduka atas kematian David Owori, salah satu pesepak bola paling terkenal di negara itu. Owori, kapten Sports Club (SC) Villa dan mantan pemain tim nasional Uganda, Cranes, tewas dipukuli oleh perampok di dekat rumahnya di Kampala. Insiden tragis ini memicu kemarahan publik dan meningkatkan kekhawatiran akan tingginya angka kejahatan kekerasan di Uganda.

Menurut polisi, Owori, 27 tahun, diserang setelah melawan upaya perampokan ponsel dan barang-barang pribadinya. SC Villa, klub yang telah ia bela dan pimpin meraih gelar liga pertama dalam 20 tahun terakhir pada 2024, menyatakan kesedihan mendalam. “Kami kehilangan lebih dari sekadar pemain – kami kehilangan seorang pemimpin, saudara, dan teman,” kata SC Villa dalam sebuah pernyataan.

Saksi mata melaporkan bahwa Owori dipukuli dengan batu paving oleh sekelompok penyerang pada Selasa malam. Para pelaku kemudian merampok barang-barangnya dan melarikan diri, meninggalkan Owori dalam keadaan tidak sadarkan diri. Juru bicara SC Villa, Asan Kasingye, menjelaskan bahwa Owori disergap di luar rumahnya di Makindye, pinggiran kota Kampala. “Pemain itu disergap oleh para preman saat mendekati rumahnya, menyebabkan luka yang mengancam jiwa sebelum ia dilarikan ke fasilitas medis,” ujar Kasingye.

Owori sempat dilarikan ke klinik terdekat dan kemudian dipindahkan ke fasilitas swasta di kota, namun ia meninggal dunia akibat luka-lukanya pada Rabu. Juru bicara kepolisian setempat, Rachael Kawala, menyatakan bahwa detektif sedang menyelidiki petunjuk untuk mengidentifikasi para pelaku. “Tempat kejadian telah didokumentasikan dan diproses untuk memastikan semua bukti relevan dikumpulkan dan diawetkan,” tambah Kawala.

Kematian Owori telah mengguncang Uganda. Komunitas sepak bola, penggemar, rekan setim, dan politisi menuntut keadilan. Federasi Sepak Bola Uganda (FUFA) menggambarkan Owori sebagai “pemimpin sejati di dalam maupun di luar lapangan.” Tim nasional Uganda, Cranes, juga menyampaikan duka cita, menyatakan bahwa mereka telah kehilangan bintang sepak bola yang “mengemban harapan bangsa.” Parlemen Uganda bahkan mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati Owori dan menyerukan penyelidikan cepat.

Owori, yang dikenal dengan julukan Colgate, adalah pemain serbaguna yang terkenal karena disiplin taktisnya dan kemampuannya bermain di berbagai posisi di lini tengah. Ia kembali ke SC Villa pada tahun 2023 untuk periode kedua dan menjadi salah satu pemain terlama di klub tersebut. Kontribusinya membawa klub meraih gelar juara liga ke-17. Ia juga menjadi bagian dari tim nasional Uganda dalam kualifikasi Piala Afrika 2021 dan dianggap sebagai kandidat kuat untuk panggilan berikutnya.

Peristiwa ini memicu kemarahan di media sosial, dengan banyak warga Uganda mempertanyakan tingkat kejahatan kekerasan di Kampala dan menyerukan tindakan lebih tegas terhadap para pelaku kriminal. Kematian Owori terjadi hanya beberapa minggu setelah tewasnya bintang olahraga Uganda lainnya, pemain rugbi internasional Sydney Gongodyo, yang juga diserang dan dibunuh oleh massa di Kampala.

Tags: David Owori, Sepak Bola, Uganda

You May Also Like

Mikel Arteta: Sang Veteran Baru di Kursi Pelatih Premier League
Ceuta: Ketika Disinformasi dan Kebijakan Imigrasi Keras Mengubah Sebuah Enklave Menjadi Pusat Krisis Eropa

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan