India dan Israel Erat di Tengah Konflik Palestina

InternasionalPolitik
Views: 2

Perdana Menteri India, Narendra Modi, telah mempererat hubungan dengan Israel. Ini terjadi di tengah konflik Israel-Palestina yang terus memanas. Hubungan yang dulu dianggap tabu, kini menjadi kemitraan terbuka.

Kunjungan Modi ke Israel pada 2017 menjadi tonggak penting. Ia menjadi PM India pertama yang mengunjungi Israel. Netanyahu menyambutnya dengan hangat, menandakan perubahan besar dalam hubungan kedua negara.

Diplomat India memandang hubungan ini sebagai langkah pragmatis. Israel menawarkan teknologi dan keahlian militer yang tak bisa diabaikan. Namun, kedekatan ini berdampak pada hubungan India dengan Palestina.

India dulunya pendukung kuat Palestina. Pada 1947, India menentang rencana PBB untuk membagi Palestina. Tahun 1988, India menjadi salah satu negara pertama yang mengakui Palestina.

Perubahan terjadi setelah Perang Dingin. India menjalin hubungan diplomatik dengan Israel pada 1992. Sejak itu, kerja sama pertahanan menjadi pilar utama.

Naiknya Modi pada 2014 mempercepat perubahan. Partai BJP yang nasionalis Hindu memiliki ideologi serupa dengan Israel. Keduanya melihat “terorisme Islam” sebagai ancaman utama.

India kini menjadi pembeli senjata terbesar Israel. Bahkan, saat perang di Gaza, perusahaan senjata India menjual roket dan bahan peledak ke Israel.

Kunjungan Modi ke Israel baru-baru ini semakin mempererat hubungan. Kedua negara menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama pertahanan.

Kunjungan ini menguntungkan Netanyahu. Di tengah pemilihan umum Israel, kunjungan ini meningkatkan citranya sebagai negarawan internasional.

Di saat banyak negara enggan mendekat, kunjungan Modi menunjukkan bahwa Israel tidak sepenuhnya terisolasi. India memainkan peran penting dalam hal ini.

Meskipun dekat dengan Israel, India tetap menyerukan solusi dua negara untuk Palestina. Namun, India semakin enggan mengkritik Israel atas tindakannya.

Hubungan dagang kedua negara meningkat pesat. Dari $200 juta pada 1992 menjadi lebih dari $6 miliar pada 2024.

India juga menjadi sumber tenaga kerja bagi Israel. Ribuan warga India bekerja di perusahaan konstruksi Israel setelah pekerja Palestina dilarang.

Tags: India, Israel, Palestina

You May Also Like

“One Battle After Another” Raih Sukses Besar di BAFTA Film Awards Inggris
ICC Mulai Sidang Pra-Persidangan Rodrigo Duterte Atas Kejahatan Kemanusiaan

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan