Air Force One Berbalik Arah Saat Membawa Trump ke Davos Akibat Masalah Listrik

BeritaInternasionalPolitik

Pesawat Air Force One yang membawa mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terpaksa berbalik arah sekitar satu jam setelah lepas landas menuju Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Pesawat tersebut kembali ke Pangkalan Gabungan Andrews di Maryland tak lama setelah pukul 11:00 malam (04:00 GMT) pada hari Selasa malam, karena “masalah listrik kecil”, menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt.

Trump kemudian melanjutkan perjalanannya ke forum tersebut, di mana ia dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan dengan beberapa pemimpin dunia dan menyampaikan pidato, dengan menggunakan pesawat Boeing 757 yang lebih kecil. Pesawat ini, yang biasanya digunakan untuk perjalanan domestik ke bandara-bandara kecil, berangkat tak lama setelah tengah malam waktu setempat (05:00 GMT) pada hari Rabu, lebih dari dua jam setelah penerbangan awal lepas landas.

Dengan corak biru dan putih klasiknya, Air Force One bisa dibilang merupakan salah satu pesawat paling ikonik di dunia dan simbol kepresidenan AS yang langsung dikenali. Dua pesawat yang saat ini digunakan sebagai Air Force One telah terbang selama hampir empat dekade. Boeing telah mengerjakan penggantinya, tetapi program ini menghadapi serangkaian penundaan. Pesawat-pesawat tersebut dilengkapi dengan pelindung radiasi dan teknologi anti-rudal, dan mencakup berbagai sistem komunikasi untuk memungkinkan presiden menjaga kontak dengan militer dari mana saja di dunia.

Insiden ini mengingatkan kita pada pentingnya pemeliharaan rutin dan pengecekan keamanan pada pesawat, terutama pesawat-pesawat yang digunakan untuk membawa tokoh-tokoh penting seperti presiden. Masalah teknis sekecil apapun dapat menimbulkan risiko yang signifikan, dan langkah-langkah pencegahan harus selalu diutamakan. Selain itu, insiden ini menyoroti tantangan dalam mengganti armada pesawat kepresidenan yang sudah tua, serta kompleksitas dan biaya yang terkait dengan program tersebut.

Situasi ini juga menarik perhatian pada pesawat Boeing 757 yang lebih kecil yang digunakan sebagai pengganti. Pesawat ini, yang biasa digunakan untuk penerbangan domestik, menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan perjalanan presiden. Walaupun tidak semegah Air Force One, Boeing 757 tetap menjadi pilihan yang aman dan efisien untuk perjalanan jarak menengah. Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa meskipun teknologi penerbangan terus berkembang, potensi masalah teknis selalu ada, dan penting untuk memiliki rencana cadangan dan protokol keamanan yang ketat.

Tags: Air Force One, Davos, Donald Trump

You May Also Like

BTS Gelar World Tour 2026-2027, Jakarta Masuk Daftar!

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan