Pada kuartal kedua tahun 2026, pasar smartphone dunia mengalami penurunan sebesar 4 % secara tahunan, menurut riset terbaru yang dipublikasikan oleh firma riset pasar Omdia. Penurunan ini diakibatkan oleh krisis pasokan memori, yang terus memengaruhi harga komponen dan meningkatkan biaya produksi di seluruh rantai pasokan. Meski tak dirasakan secara merata, dua pemain utama—Samsung dan Apple—justru berhasil memperbesar pangsa pasar mereka dibanding periode serupa tahun lalu.
—
### 1. Krisis Memori dan Dampaknya pada Pasokan
Omdia menyoroti bahwa krisis memori—baik RAM maupun SSD—masih berlanjut. Keterbatasan pasokan memicu kenaikan harga komponen utama, sehingga produsen smartphone harus menyesuaikan harga jual atau mengurangi margin keuntungan. Menurut Runar Bjorhovde, Principal Analyst Omdia, “komponen memori dan penyimpanan menyumbang lebih dari 60 % dari total biaya material untuk perangkat kelas bawah dan lebih dari 30 % untuk model kelas atas.”
Kenaikan harga komponen memori menyebabkan biaya produksi naik, sehingga produsen sulit menekan harga jual. Hal ini berdampak pada volume penjualan, khususnya di segmen menengah ke bawah yang sangat sensitif terhadap harga.
—
### 2. Samsung Meningkatkan Pangsa Pasar
Samsung tetap menjadi pemimpin pasar global dengan pangsa 22 % pada Q2‑2026, naik dua poin persentase dibanding Q2‑2025. Keberhasilan ini sebagian besar berkat:
– **Stabilitas Supply Chain**: Samsung berhasil menjaga pasokan komponen sehingga tidak terkena dampak krisis memori secara drastis.
– **Peluncuran Galaxy S26**: Seri flagship baru ini, meskipun mengalami keterlambatan, berhasil menarik konsumen premium pada kuartal kedua. Perpindahan permintaan ini membantu menyeimbangkan volume penjualan di segmen menengah ke bawah.
– **Strategi Harga**: Samsung mengoptimalkan portofolio produk, menurunkan harga pada lini mid-tier, sehingga tetap menarik bagi konsumen dengan budget terbatas.
Omdia mencatat bahwa perubahan strategi ini memungkinkan Samsung tidak hanya mempertahankan pangsa pasar, tetapi juga memperluas basis pelanggan di segmen yang sebelumnya menurun.
—
### 3. Apple Menggenggam Kemenangan Besar
Apple mencatat pangsa pasar 20 % pada Q2‑2026, meningkat empat poin persentase dari tahun sebelumnya. Keunggulan Apple terletak pada Ln:
– **iPhone 17 Series**: Pembaruan iPhone 17 menjadi salah satu “salah satu yang terkuat dalam sejarah iPhone”. Kinerja kamera, prosesor, dan ekosistem Apple memicu permintaan yang kuat di seluruh dunia.
– **Kendala Memori yang Lebih Tergelola**: Apple dapat mengelola biaya memori melalui strategi rantai pasokan yang lebih terkontrol, sehingga mampu mempertahankan margin yang sehat.
– **Penyesuaian Harga**: Apple tetap bersaing di segmen premium, namun juga meningkatkan penawaran di kelas menengah melalui iPhone SE dan model-model budget lainnya.
Menurut Omdia, “kinerja kuartal kedua terbaik sepanjang sejarah Apple” menandai momentum positif bagi perusahaan, bahkan di tengah tekanan pasar global turtles.
—
### 4. Vendor Lain Mengalami Penurunan
Di luar dua raksasa, beberapa vendor mengalami penurunan volume penjualan, khususnya di segmen kelas menengah dan bawah:
| Ranking | Vendor | Pangsa Pasar Q2 2026 | Pangsa Pasar Q2 2025 |
|———|——–|———————-|———————-|
| 3 | Xiaomi | 11 % | 15 % |
| 4 | Oppo | 10 % | 12 % |
| 5 | Vivo | 8 % | 9 % |
Xiaomi, Oppo, dan Vivo merasakan tekanan terbesar di segmen di bawah $400, di mana permintaan menurun drastis karena keterbatasan pasokan dan margin yang tipis. Vendor lain juga merespons dengan menyesuaikan harga ritel dan memperkuat nilai produk, beralih fokus dari volume ke nilai.
—
### 5. Strategi Perubahan di Tengah
Pasar global memang sedang melalui fase transisi yang tidak mudah. Berbagai vendor kini harus beradaptasi dengan cepat agar dapat bertahan menghadapi tekanan ekonomi dan fluktuasi permintaan konsumen. Samsung dan Apple membuktikan bahwa strategi yang tepat masih bisa membawa hasil positif meski kondisi pasar umumnya menurun.
Di sisi lain, vendor-vendor asal China seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo menghadapi tantangan lebih berat. Penurunan penjualan di segmen harga menengah ke bawah menunjukkan bahwa sensitivitas harga konsumen masih sangat tinggi. Oleh karena itu, repositioning produk dan efisiensi biaya menjadi kunci utama.
Di tengah persaingan ini, inovasi menjadi pembeda utama. Fitur-fitur canggih, kamera superior, dan ekosistem layanan yang lengkap mulai menjadi standar baru. Konsumen pun semakin pintar dalam memilih perangkat yang sesuai kebutuhan.
Secara jangka panjang, pasar smartphone diharapkan kembali tumbuh seiring stabilisasi pasokan komponen dan normalisasi harga. Namun, hanya vendor yang mampu menjaga nilai dan inovasi yang akan bertahan.
Melihat kondisi ini, para pengamat pasar menyarankan agar vendor yang ingin tumbuh di masa depan tidak hanya mengandalkan harga murah, tetapi juga pada pengalaman pengguna, layanan purna jual, dan keberlanjutan ekosistem. Pelanggan modern memilih perangkat yang mampu bertahan panjang dan terus mendapatkan dukungan pembaruan.


















