Penumpang Diturunkan dari Pesawat karena Dikira Ancaman Bom

BeritaInternasional
Views: 4

Seorang penumpang diturunkan dari pesawat Southwest Airlines karena panggilan azan yang disalahartikan sebagai ‘ancaman bom’. Insiden ini terjadi pada penerbangan menuju Florida yang terpaksa melakukan pendaratan darurat di Georgia.

Pihak berwenang menyatakan kejadian itu sebagai ‘kesalahpahaman’ setelah tidak menemukan ancaman yang kredibel. Penerbangan Southwest Airlines dengan nomor penerbangan 2094 berangkat dari Nashville menuju Fort Lauderdale pada hari Jumat.

Beberapa penumpang merasa khawatir dengan perilaku seorang pria yang berdoa dan memasang timer di ponselnya. Timer tersebut diatur untuk menandai waktu salat selama bulan Ramadan.

Penumpang lain melaporkan bahwa pria tersebut berdoa dengan suara keras dalam bahasa asing. Selain itu, pria tersebut terlihat gelisah dan berkeringat, serta menanyakan lokasi tasnya kepada pramugari.

Awak pesawat kemudian mengumumkan kepada penumpang untuk menundukkan kepala dan mengangkat tangan. Pesawat dialihkan ke Atlanta dan mendarat dengan selamat sekitar pukul 21.06.

Polisi Atlanta kemudian naik ke pesawat dan menurunkan satu penumpang. Setelah diperiksa, tidak ditemukan ancaman dan penumpang tersebut tidak dikenakan tuntutan.

Juru bicara FBI di Atlanta mengkonfirmasi bahwa tidak ada ancaman yang kredibel. Southwest Airlines menyatakan bahwa pengalihan penerbangan dilakukan karena kehati-hatian.

Maskapai meminta maaf kepada pelanggan atas kesalahpahaman dan keterlambatan yang terjadi. Penumpang akhirnya tiba di Fort Lauderdale pada Sabtu dini hari setelah menaiki penerbangan pengganti.

Insiden ini menyoroti sensitivitas dan kekhawatiran keamanan dalam perjalanan udara. Pihak berwenang bertindak karena sangat berhati-hati, tetapi insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana menyeimbangkan protokol keamanan dengan menghormati praktik keagamaan.

Beberapa penumpang mengaku terkejut dengan pengumuman awak pesawat yang meminta mereka menunduk dan mengangkat tangan. Insiden ini memicu respons keamanan yang signifikan dan penundaan panjang bagi penumpang.

Southwest Airlines menyatakan bahwa keselamatan pelanggan adalah prioritas utama mereka. Seperti yang dilansir dari NBC News, situasi ini bermula dari penumpang yang memasang timer di ponselnya untuk menandai waktu salat selama bulan Ramadan.

Tags: Keamanan, pesawat, Ramadan

You May Also Like

Serangan Rudal Iran Hantam Israel Tengah, Dua Tewas
Perusahaan China Ingin Jual Yacht Semurah Mobil Bekas

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan