Pemerintah Panama mengambil alih kendali dua pelabuhan di ujung Terusan Panama dari CK Hutchison, sebuah konglomerat Hong Kong.
Pengambilalihan ini menyusul putusan Mahkamah Agung Panama baru-baru ini.
CK Hutchison menyatakan bahwa pemerintah Panama telah memasuki terminal di Balboa dan Cristobal secara fisik.
Pemerintah juga mengambil alih kendali administratif dan operasional atas kedua pelabuhan.
Perusahaan itu menyebut pengambilalihan ini “melanggar hukum”.
Hal ini merupakan puncak dari kampanye negara Panama terhadap anak perusahaannya, Panama Ports.
Menurut dekrit pemerintah, Otoritas Maritim Panama diizinkan menduduki pelabuhan.
Hal ini dilakukan untuk “kepentingan sosial yang mendesak”, menurut laporan Associated Press (AP).
Otoritas maritim juga berhak mengambil alih properti pelabuhan, termasuk sistem komputer dan crane.
Pengambilalihan ini adalah babak terbaru dalam saga selama setahun bagi CK Hutchison.
Perusahaan ini terjebak dalam pertarungan tiga arah antara China, Amerika Serikat, dan Panama.
Perseteruan bermula saat Donald Trump menuduh China mengoperasikan Terusan Panama.
Mahkamah Agung Panama memutuskan konsesi CK Hutchison untuk mengoperasikan dua pelabuhan adalah “tidak konstitusional”.





















