Secara dramatis, Timnas Argentina berhasil melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Inggris dengan skor 2-1 di babak semifinal. Pertandingan yang berlangsung pada Kamis (16/7) dini hari WIB tersebut membuktikan bahwa Lionel Messi dan kawan-kawan masih memiliki jiwa petualang dan mental baja untuk bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.
Pertemuan antara Argentina dan Inggris berjalan sangat ketat sejak detik pertama. Inggris, yang digerakkan oleh energi penuh David Bellingham, terlihat lebih dominan menguasai bola di babak pertama. Inggris berkali-kali melakukan percobaan serangan, termasuk dua free kick di menit 32 dan 35 yang sayang tidak menghasilkan gol. Emiliano Martinez di gawang Argentina menunjukkan penampilan impresif dengan beberapa penyelamatan penting yang menyelamatkan tim dari keunggulan Inggris. Di menit ke-39, Fernandez mencoba tendangan keras dari depan gawang Inggris namun bola melenceng jauh, membiarkan skor tetap tanpa gol sampai babak pertama berakhir.
Hasil 0-0 di paruh pertama membuat pertandingan babak kedua semakin memanas. Argentina mulai meningkatkan intensitas serangan setelah menerima bola di bagian kedua. Messi mulai turun lebih dalam, menginisiasi serangan dan mencoba berbagai akselerasi yang membuat pertahanan Inggris kesulitan. Namun pertahanan Inggris yang diperkuat oleh John Stones dan Harry Maguire terlihat solid dan terstruktur. Jordan Pickford juga kembali menunjukkan kehandalannya dengan menghentai beberapa bola percobaan tembakan jarak jauh.
Penderitaan para suporter Argentina di seluruh dunia berakhir di menit ke-85. Enzo Fernandez berhasil mencetak gol pembuka lewat tembakan dari dalam kotak penalti setelah receiving assist yang sempurna dari Messi. Gol itu seolah menjadi momok bagi Inggris yang mulai terdesak dan nekat menyerang untuk menyamakan kedudukan.
Yang lebih dramatis terjadi di detik-detik injury time yang mematikan hati para suporter. Di menit 90+2, Lautaro Martinez menutup pertandingan dengan gol kedua Argentina dari arah yang melebihi pertahanan Inggris. Wasit langsung memutuskan laga berakhir dengan skor 2-1 untuk tim Albiceleste. Inggris terlihat kewalahan dengan kondisi tersebut, tapi tidak ada yang bisa dilakukan selain menerima kenyataan kekalahan yang pahit.
Kemenangan ini membawa Argentina ke final Piala Dunia 2026 yang akan dimainkan pada Senin (20/7) mendatang. Di sana, tim yang diperparafi oleh Lionel Messi akan menghadapi Spanyol yang juga sedang dalam kondisi performa sangat tinggi. Tim Spanyol menyingkirkan Prancis di partai semifinal lainnya dengan permainan yang brilian dan menunjukkan bahwa mereka juga layak masuk ke partai puncak.
Pertandingan ini juga menjadi momen spesial bagi Messi karena kemungkinan besar menjadi partai terakhirnya di Piala Dunia jika Argentina keluar sebagai juara. Messi ingin menutup karir internasional dengan gelar kedua setelah menang di Qatar pada 2022. Jika dia berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia lagi, nama Messi akan dikukuhkan menjadi legenda abadi sepak bola dunia tanpa perdebatan.
Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, tampak diliputi emosi sesaat setelah peluit panjang berbunyi. “Ini bukan tentang hanya menang, tetapi tentang bermain dengan hati. Anak-anak bermain luar biasa malam ini. Kami sudah percaya diri sampai detik terakhir dan Tuhan memberikan kami hasil yang manis,” ujar Scaloni di zona camp setelah laga berakhir. Scaloni juga memuji mental para pemain yang tidak pernah berhenti berusaha meskipun tertinggal selama sebagian besar pertandingan.
Sementara itu, Harry Kane dengan gaya olahraga yang sportif mengakui kekalahan Inggris. “Kami sudah memberikan yang terbaik sepanjang pertandingan. Kami tumbang dengan kepala terangkat. Argentina bermain lebih baik di momen-momen penting dan mereka layak mendapat ini,” tambahkan kapten Inggris tersebut meskipun tampak kecewa dengan hasil. Thomas Tuchel, pelatih Inggris, juga menambahkan bahwa timnya akan kembali lebih kuat untuk kompetisi selanjutnya.
Kemenangan dramatis ini mengukuhkan Argentina sebagai tim yang memiliki mental baja dan tidak pernah menyerah. Meskipun tertinggal atau tertahan di awal babak kedua, mereka bangkit dengan agresivitas yang tinggi. Performance Messi di laga ini kembali menunjukkan mengapa dia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa. Meskipun tidak mencetak gol, peranannya dalam mengatur serangan membuat Argentina selalu mengancam pertahanan Inggris.
Dampak kemenangan ini juga terasa di ranah ekonomi dan pariwisata Argentina. Ribuan warga Argentina di seluruh dunia merayakan kemenangan tersebut, dan ekspektasi gelar juara membuat ekonomi lokal Argentina mulai beraktivitas. Banyak turis dari berbagai negara sudah memesan tiket pertandingan final untuk menyaksikan langsung partai puncak ini.
Skuad Argentina kini bersiap menghadapi Spanyol di final. Tim La Roja menyingkirkan Prancis di semifinal lain dengan sangat brilian dan menunjukkan bahwa mereka juga layak masuk ke partai puncak. Pertandingan antar Spanyol dan Argentina dijadwalkan pada Senin (20/7) dan diprediksi akan menjadi salah satu laga paling dinanti dalam sejarah Piala Dunia modern.
Bagi para penggemar sepak bola di seluruh dunia, laga final ini menjadi momen yang tak boleh dilewatkan. Bukan hanya karena ketenarannya secara global, tetapi juga karena potensi penutup karir Messi yang penuh dengan pencapaian luar biasa. Banyak analis sepak bola mengatakan bahwa jika Messi menang lagi, tidak ada lagi perdebatan tentang statusnya sebagai The Goat of All Time.



















