NASA menunda peluncuran misi Artemis 2, misi berawak pertama ke bulan dalam 50 tahun terakhir, karena masalah teknis.
Kepala NASA, Jared Isaacman, mengumumkan penundaan ini melalui media sosial, menyebutkan masalah pada aliran helium ke roket Space Launch System (SLS).
Aliran helium yang baik sangat penting untuk membersihkan mesin roket dan memberikan tekanan pada tangki bahan bakar.
NASA memperkirakan kesempatan peluncuran berikutnya adalah pada awal atau akhir April.
Penundaan ini menjadi tantangan bagi NASA yang ingin mengembalikan manusia ke bulan di tengah persaingan dengan Tiongkok.
Tiongkok menargetkan misi berawak ke bulan paling lambat tahun 2030.
Misi Chang’e 7 tanpa awak Tiongkok dijadwalkan meluncur pada 2026 untuk menjelajahi kutub selatan bulan.
NASA sempat mempercepat jadwal Artemis 2 hingga Februari, namun program ini mengalami beberapa penundaan.
Misi Artemis 1 tanpa awak juga mengalami penundaan dan dua kali gagal peluncuran sebelum akhirnya berhasil pada November 2022.
Masalah teknis sebelumnya, termasuk kebocoran hidrogen cair, juga sempat menghambat persiapan peluncuran Artemis 2.
Roket SLS dan pesawat ruang angkasa Orion akan dikembalikan ke Vehicle Assembly Building untuk pemeriksaan dan perbaikan.
Misi Artemis 2 bertujuan untuk terbang di sekitar bulan selama 10 hari dan kembali ke Bumi, sebagai persiapan untuk misi berawak ke Mars.
Kru Artemis 2 terdiri dari tiga astronaut AS, Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronaut Kanada, Jeremy Hansen. Misi ini akan menjadi penerbangan manusia terjauh ke luar angkasa dan misi berawak pertama ke bulan sejak program Apollo.




















