Baterai Ponsel Bisa Dilepas Akan Kembali? Ini Kata Uni Eropa

InternasionalTeknologi
Views: 4

Ponsel pintar sekarang ini makin tipis dan ringan. Teknologi canggih jadi andalan, jauh berbeda dari model lama yang tebal dan berat.

Namun, desain baterai yang paten kini berubah lagi. Semua berkat aturan baru dari Uni Eropa (UE).

UE mewajibkan baterai ponsel bisa dilepas dan diganti sendiri oleh pengguna.

Aturan ini juga memastikan baterai pengganti sesuai standar teknis. Baterai harus kompatibel, tak peduli mereknya.

Baterai pengganti harus tersedia minimal 5-7 tahun setelah model ponsel berhenti diproduksi. Aturan ini berlaku mulai 18 Februari 2027.

Saat ini, aturan UE ini belum berpengaruh di Amerika Serikat. Meski UE pernah memengaruhi desain ponsel dengan USB-C, belum ada pengumuman dari produsen besar.

Untuk sekarang, hanya pengguna ponsel di UE yang terkena dampak aturan baru ini.

Aturan UE ini punya beberapa tujuan. Mengganti baterai bisa memperpanjang umur ponsel.

Selain itu, perbaikan atau penggantian baterai bisa dilakukan tanpa membuang seluruh ponsel.

Aturan ini mendorong penggunaan kembali ponsel dan mengurangi sampah elektronik.

Dulu, baterai yang bisa dilepas sangat umum. Namun, pertengahan 2010-an, teknologi makin maju.

Baterai lithium-ion lebih efisien dan tahan lama. iPhone 6 dan Samsung Galaxy S6 punya desain корпусный yang lebih tahan air.

Jika baterai yang bisa dilepas kembali jadi tren, desain ponsel mungkin akan sedikit berubah. Ponsel bisa jadi lebih tebal dan butuh fitur keamanan tambahan.

Tags: Baterai, ponsel, Uni Eropa

You May Also Like

CEO Anthropic Tegas Menolak Tuntutan Pentagon Terkait Akses AI
Kamus Bahasa Gaul Gen Z dan Gen Alpha: Biar Nggak Ketinggalan!

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan