Serangan Rudal Iran Lukai Delapan Orang di Qatar, Pertahanan Udara Aktif

BeritaFeaturedInternasional
Views: 9

Doha, Qatar – Delapan orang terluka di Qatar setelah pecahan rudal jatuh di berbagai lokasi. Insiden ini terjadi setelah serangan rudal Iran yang berhasil dicegat oleh pertahanan udara Qatar.

Brigadir Abdullah Khalifa Al-Muftah dari Kementerian Dalam Negeri Qatar menyatakan, 66 rudal ditembakkan ke Qatar. Pihak berwenang menerima 114 laporan jatuhnya pecahan rudal di seluruh negeri. Satu korban dilaporkan dalam kondisi serius.

Kementerian Dalam Negeri mengeluarkan peringatan darurat. Masyarakat diimbau menjauhi lokasi militer dan tetap berada di dalam ruangan. Warga juga diperingatkan agar tidak mendekati atau menyentuh puing-puing yang tidak dikenal.

Kementerian Pertahanan Qatar mengklaim berhasil mencegat gelombang serangan kedua. Serangan ini menargetkan beberapa wilayah. Semua rudal berhasil dicegat sebelum mencapai wilayah Qatar.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengutuk serangan rudal balistik Iran. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan dan ancaman bagi stabilitas regional.

Ibrahim Sultan Al-Hashemi dari Kementerian Luar Negeri menyatakan, serangan ini tidak sesuai dengan prinsip bertetangga baik. Qatar berhak untuk merespons sesuai dengan hukum internasional.

Kementerian juga menyerukan penghentian eskalasi dan kembali ke perundingan.

Serangan rudal ini terjadi saat Iran melancarkan serangan di seluruh Teluk. Hal ini dipicu oleh serangan AS-Israel terhadap Iran. Beberapa negara melakukan pencegatan udara.

Reuters melaporkan bahwa Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain mencegat rudal Iran. Yordania juga melakukan pencegatan rudal.

Ini bukan serangan pertama Iran terhadap Qatar. Pada Juni 2025, Iran menembakkan rudal ke pangkalan udara Al Udeid. Pangkalan ini adalah fasilitas penting yang menampung pasukan AS dekat Doha.

Serangan hari Sabtu terjadi setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan konflik yang lebih luas. Tekanan meningkat pada negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan AS.

Situasi ini meningkatkan kecemasan di seluruh Teluk. Rutinitas Ramadan terganggu oleh peringatan serangan udara. Para pemimpin mendesak pengendalian diri di tengah kekhawatiran akan konfrontasi yang meluas.

Perkembangan ini juga mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan kewaspadaan di berbagai wilayah.

Tags: Iran, Qatar, Serangan Rudal

You May Also Like

OpenAI Gandeng Pentagon Usai Perseteruan Anthropic dengan Pemerintah AS
Dubes Iran di PBB Sebut Serangan AS-Israel sebagai ‘Kejahatan Perang’

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan