Deezer Tawarkan Alat Deteksi AI ke Platform Streaming Lain untuk Perangi Musik AI

AIMusikTeknologi

Deezer, platform streaming musik, menawarkan alat pendeteksi AI-nya kepada platform lain. Tujuannya adalah untuk memerangi peningkatan musik yang dihasilkan oleh AI dan aliran yang mencurigakan, serta untuk meningkatkan transparansi dalam industri musik.

Deezer melaporkan bahwa 85% streaming dari musik AI terdeteksi sebagai aktivitas curang. Saat ini, mereka menerima 60.000 lagu AI setiap hari, mencapai total 13,4 juta lagu. Tahun lalu, musik AI hanya 18% dari unggahan harian, sekitar 20.000 lagu.

Alat deteksi AI Deezer mengklaim memiliki akurasi 99,8%. Selain mengeluarkan lagu AI dari rekomendasi, alat ini juga tidak memberikan royalti pada lagu tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kompensasi yang adil bagi musisi dan penulis lagu manusia.

Beberapa perusahaan telah melakukan uji coba yang sukses dengan alat ini. Sacem, perusahaan manajemen hak cipta Prancis yang mewakili lebih dari 300.000 musisi, adalah salah satunya.

Platform lain seperti Bandcamp telah melarang musik yang dihasilkan AI sepenuhnya. Spotify juga memperbarui kebijakannya, melarang klon suara yang tidak sah.

Namun, label rekaman besar seperti Universal Music Group dan Warner Music Group telah mencapai kesepakatan dengan startup AI seperti Suno dan Udio. Mereka melisensikan katalog musik mereka untuk melatih model AI, memastikan bahwa artis dan penulis lagu mendapatkan kompensasi.

Diharapkan, langkah Deezer ini akan mendorong platform streaming lain untuk mengambil tindakan serupa dalam melindungi artis manusia dan memerangi kecurangan, seperti yang dilansir dari TechCrunch.

Tags: Deezer, Musik AI, Streaming

You May Also Like

KPK Ungkap Video Viral Warga Pati Serahkan Uang ke Kades Terkait OTT Bupati
Fitur Keamanan Baru Apple Batasi Pengumpulan Data Lokasi Akurat oleh Operator Seluler

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan