MacBook Neo dari Apple hadir sebagai laptop yang ramah di kantong, ideal bagi pelajar dan pengguna dengan anggaran terbatas. Dengan harga di bawah $500 untuk pelajar dan $599 untuk umum, spesifikasinya cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari.
Namun, untuk mencapai harga tersebut, ada beberapa fitur yang dikorbankan. Berikut adalah beberapa kekurangan yang mungkin Anda rasakan jika beralih ke MacBook Neo.
Model dasar MacBook Neo tidak dilengkapi dengan sensor Touch ID. Anda harus mengetikkan kata sandi setiap kali diperlukan. Beberapa orang mungkin lebih suka cara ini, tetapi sensor sidik jari tentu lebih praktis.
Model ini juga hanya memiliki penyimpanan 256GB, sementara varian yang lebih mahal menawarkan 512GB.
Keyboard backlit atau lampu latar pada keyboard, yang biasanya ada di MacBook, juga absen di Neo. Fitur ini membantu mengetik di kondisi minim cahaya. Walau begitu, fitur ini tak terlalu penting jika Anda terbiasa mengetik tanpa melihat keyboard.
Fitur True Tone pada layar yang secara otomatis menyesuaikan warna dan intensitas layar sesuai cahaya sekitar juga tidak tersedia. MacBook Neo tidak memiliki sensor cahaya ambient yang diperlukan untuk fitur ini.
MacBook Neo hanya memiliki RAM 8GB dan tidak ada opsi untuk meningkatkan menjadi 16GB. RAM 8GB mungkin cukup untuk penggunaan ringan saat ini, tetapi bisa jadi masalah di kemudian hari jika Anda sering menjalankan banyak aplikasi sekaligus.
MacBook Neo tidak mendukung pengisian cepat dan hanya dilengkapi adaptor USB-C 20W. Baterainya juga lebih kecil, hanya 36,5 watt-hour, dibandingkan dengan MacBook Air M5 yang memiliki baterai 53,8 watt-hour.
MacBook Neo memiliki dua port USB-C (satu USB 3 dan satu USB 2), tetapi keduanya tidak mendukung Thunderbolt. Ini mungkin tidak menjadi masalah bagi sebagian besar pengguna, tetapi aksesori Thunderbolt tidak akan berfungsi.
Trackpad MacBook Neo tidak memiliki Force Touch. Artinya, trackpad ini tidak sensitif terhadap tekanan. Anda tidak dapat menggunakan fitur seperti menggambar dengan tekanan, gestur multi-sentuh, atau Force click.
Selain fitur-fitur di atas, ada beberapa fitur lain yang hilang dan mungkin memengaruhi pengguna tingkat lanjut, yaitu Center Stage untuk kamera depan, layar Wide Color (P3), Neural Accelerators, sistem suara empat speaker (Neo hanya memiliki dua speaker), tiga-mic array (Neo hanya memiliki dua mic), jack 3.5mm tidak mendukung headphone high-impedance, Wi-Fi 7, dan dukungan dynamic head tracking dengan AirPods.
Dengan berbagai penyesuaian ini, MacBook Neo hadir sebagai pilihan menarik bagi mereka yang mencari MacBook dengan harga terjangkau, meski dengan beberapa kompromi fitur.





















