Argentina Menang Dramatis 2-1 Atas Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

FeaturedOlahraga
Views: 2

Argentina Menang Dramatis 2-1 Atas Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Laga panas dan penuh ketegangan memenuhi pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Secara historis, pertemuan antara kedua tim ini selalu memikat perhatian pencinta sepak bola dunia. Kali ini, pertandingan yang berlangsung pada 15 Juli 2026 itu berakhir dengan kemenangan dramatis 2-1 untuk Los Albiceleste, sekaligus membawa mereka melaju ke final turnamen bergengsi tersebut.

Babak pertama dimulai dengan intensitas tinggi sejak detik pertama. Duel fizik yang keras terjadi terus-menerus di tengah lapangan. Inggris tampil lebih longgar di awal pertandingan dan cukup mengancam lewat sayap kanan. Sayap kanan Inggris memang menjadi salah satu senjata utama The Three Lions sepanjang turnamen ini, dimanfaatkan dengan baik oleh pemain-pemain seperti Anthony Gordon dan Reece James. Namun Argentina juga berusaha menguasai bola dan menciptakan peluang melalui Lionel Messi serta Julian Alvarez yang kembali menempati posisi penyerang.

Wasit Ismail Elfath sudah mengeluarkan dua kartu kuning pada babak pertama, yakni untuk Elliot Anderson dan Lisandro Martinez, sebagai konsekuensi dari sebagian adu kuat yang terjadi. Duel antara pemain Inggris dan Argentina ketat dan emosional. Situasi ini semakin menambah ketegangan laga. Hasilnya, skor 0-0 bertahan hingga jeda pertandingan tanpa ada tendangan yang mengarah ke gawang. Argentina memang menguasai 55 persen bola, tetapi tembakan mereka belum menghasilkan gol.

Di babak kedua, Inggris ternyata lebih efektif memanfaatkan peluang. Di menit ke-55, permainan serangan simpel dari sayap kanan menghasilkan gol. Kiriman bola yang apik dari Morgan Rogers dituntaskan dengan mulus oleh Anthony Gordon yang berhasil membobol gawang Emiliano Martinez. Tiga Singa unggul 1-0 dan para pengukung Inggris langsung memecah suara di Atlanta.

Keunggulan Inggris membuat Argentina terpaksa beranjak dari pola permainan menguasai bola yang sabar dan konstruktif. Tim skuat Pelatih Lionel Scaloni ini mulai menampilkan permainan lebih langsung dan agresif mengejar gawang lawan. Di menit ke-68, Nico Gonzalez yang baru masuk menggantikan Leandro Paredes hampir mencetak gol melalui sundulan dari operan Messi, tapi kiper Jordan Pickford bisa menepisnya dengan baik.

Di menit ke-76, Argentina nyaris menyamakan kedudukan. Alexis MacAllister mampu menembak ke arah gawang namun bola hanya membentur tiang. Upaya kedua sundulannya juga bisa ditangkap Pickford. Inggris nyaris memperlebar keunggulan lewat tembakan Declan Rice dari luar kotak penalti di menit ke-66, tapi bola ditangkap Emi Martinez dengan cukup aman. Sementara itu, pertahanan England mulai menunjukkan kelelahan akibat tekanan menekan dari Argentina yang berkelanjutan sepanjang babak kedua.

Di menit ke-80, skor masih 1-0 untuk Inggris. Argentina terus mengurung Inggris di wilayah pertahanan dengan tekanan tinggi yang konsisten. Di menit ke-83, ada pergantian pemain di kubu Inggris dengan Declan Rice dan Reece James digantikan Dan Burn dan Nico O’Reilly untuk memperkuat pertahanan, sementara Argentina melakukan pergantian massal di menit 73 untuk menyegarkan lini serang dan pertahanan sekaligus menambah stamina fisik.

Upaya keras Argentina akhirnya terbayar di menit ke-86. Enzo Fernandez yang sebelumnya beberapa kali mencoba tembakan jarak jauh tapi masih bisa diantisipasi, kali ini berhasil melepaskan sedotan yang membobol gawang Jordan Pickford dari luar kotak penalti yang luar biasa akurat. Tidak ada yang bisa menghentikan bola masuk ke jaring dan skor menjadi 1-1. Para pemain Argentina langsung lari ke sudut lapangan untuk merayakan gol penyama kedudukan tersebut.

Sementara waktu tersisa hanya sekitar empat menit normal ditambah tambahan waktu lima menit, Argentina tampil lebih bercahaya dan penuh keyakinan. Di menit injury time ke-2 atau 90+2, Messi memberikan umpan yang sangat apik ke Lautaro Martinez yang cuma perlu menyelesaikan dengan satu tembakan. Lautaro tidak membuang kesempatan dan Argentina memimpin 2-1. Gol itu langsung memicu euforia para pendukung Argentina di stadion Atlanta yang memenuhi tribun dengan suara keras.

Inggris mencoba membalas dengan masuknya Ivan Toney dan Marcus Rashford menggantikan Djed Spence dan John Stones untuk menambah tenaga serangan, tetapi waktu sudah tidak memungkinkan. Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-2 untuk Argentina. Para pemain Argentina jatuh tersungkur tanah sukacita sementara Inggris berundur dengan air mata di mata sejumlah pemain.

Kemenangan dramatis ini membawa Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi pemenang dari laga semifinal lainnya antara Prancis melawan Spanyol yang juga berlangsung pada 15 Juli 2026 yang mana hasilnya pada pertandingan lain menegaskan bahwa Prancis menang dan melaju ke final. Sementara itu, Inggris harus puas tersingkir di babak empat besar meskipun performa yang ditampilkan cukup mengesankan terutama di babak kedua. Mental bertanding yang luar biasa menunjukkan Los Albiceleste benar-benar tim yang kontra dengan karakter kuat di laga-laga puncak seperti ini. Lionel Messi dkk membuktikan bahwa pengalaman bertanding di panggung dunia besar menjadi modal penting untuk membungkam tekanan dan memenangkan pertandingan penting.

Tags: Enzo Fernandez, Lautaro Martinez, Lionel Messi

You May Also Like

Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Perkuat Ketahanan Air Nasional dan Dorong Swasembada Pangan

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan