Telapak kaki pegal dan nyeri seringkali dianggap sepele, padahal bisa jadi indikasi masalah kesehatan serius. Kondisi ini sering diabaikan karena dianggap hilang sendiri setelah istirahat. Jika nyeri sering kambuh atau terasa semakin parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Nyeri pada telapak kaki umumnya disebabkan oleh kelelahan, terlalu lama berdiri, aktivitas fisik berlebihan, atau sepatu yang tidak sesuai. Namun, dalam beberapa kasus, rasa sakit ini bisa berasal dari gangguan pada otot, tulang, kulit, hingga saraf.
Beberapa penyebab medis yang paling sering terjadi antara lain: kapalan, metatarsalgia (peradangan pada bantalan telapak kaki depan), asam urat (radang sendi akibat penumpukan kristal asam urat), rheumatoid arthritis (rematik), neuropati perifer (kerusakan saraf tepi), plantar fasciitis (peradangan jaringan tebal penghubung tumit dan jari kaki), neuroma morton (penebalan jaringan saraf di antara jari kaki), bursitis (peradangan pada bursae), dan berat badan berlebih.
Cara mengatasi nyeri telapak kaki antara lain dengan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai aturan pakai. Istirahat yang cukup dan elevasi kaki juga penting untuk mengurangi pembengkakan. Kompres es pada area nyeri selama 15-20 menit beberapa kali sehari juga dapat membantu.
Selain itu, lakukan peregangan jari kaki ke atas, bawah, dan samping, tahan selama 5 detik. Pijat telapak kaki menggunakan bola tenis selama 2 menit untuk meredakan ketegangan otot. Jika nyeri telapak kaki masih berlangsung lama, sering kambuh, atau ada pembengkakan, segera periksakan diri ke dokter untuk penanganan yang tepat.























