Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa negaranya tidak akan menyerah pada tekanan Amerika Serikat terkait perundingan nuklir.
Pernyataan ini muncul setelah mantan Presiden AS, Donald Trump, memberikan peringatan bahwa ‘hal buruk’ akan terjadi jika Iran gagal mencapai kesepakatan dalam waktu 15 hari.
Ketegangan antara Iran dan AS terkait program nuklir telah berlangsung lama.
AS sebelumnya menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran atau dikenal dengan nama JCPOA.
Iran menanggapi dengan melanjutkan pengayaan uranium, yang memicu kekhawatiran internasional.
Pemerintahan Biden saat ini berusaha untuk menghidupkan kembali JCPOA.
Namun, negosiasi tidak berjalan mulus dan menghadapi berbagai hambatan.
Salah satu hambatan utama adalah tuntutan dari kedua belah pihak yang sulit dipenuhi.
Iran bersikeras agar AS mencabut semua sanksi yang telah dijatuhkan.
Sementara itu, AS meminta Iran untuk kembali mematuhi batasan-batasan dalam JCPOA.
Pernyataan presiden Iran ini menunjukkan bahwa negosiasi akan terus berlangsung alot.
Meskipun demikian, kedua belah pihak tampaknya masih membuka diri untuk mencari solusi.
Diharapkan perundingan dapat mencapai titik temu demi stabilitas kawasan.





















