Pedagang Kashmir di India Hadapi Kekerasan, Pilih Selamat atau Cari Nafkah

BeritaInternasional
Views: 2

Serangan terhadap pedagang Kashmir di India meningkat. Banyak yang terpaksa pulang. Ada pula yang membuat grup WhatsApp untuk saling berbagi info area berbahaya.

Ayaz Ahmad, pedagang selendang, aktif di grup WA. Ia memberi tahu lokasi aman dan rawan di kota Hisar.

“Prioritas kami sekarang adalah keselamatan,” kata Ayaz. Insiden kekerasan terjadi hampir setiap hari.

Grup WA itu dibuat setelah Tabish Ahmad Ganie diserang. Ia dipukul dengan batang besi oleh pemilik toko karena identitasnya.

“Ini desa Hindu. Muslim Kashmir tidak boleh kerja di sini,” teriak pelaku. Tabish terluka parah.

Kasus Tabish bukan satu-satunya. Sentimen anti-Kashmir meningkat sejak 2014.

Retorika kebencian sering muncul di media sosial. Bahkan, ada yang dari tokoh berpengaruh.

Pada Hari Natal, Bilal Ahmad diserang karena menolak mengucapkan slogan nasionalis. Slogan itu sering dipakai untuk menyerang minoritas.

Bilal memutuskan pulang kampung. Keluarganya khawatir dengan keselamatannya.

Namun, pulang ke Kashmir bukan pilihan mudah. Lapangan kerja terbatas.

Ekonomi Kashmir juga belum pulih sejak 2019. Saat itu, otonomi khusus dicabut.

Serangan terhadap warga Kashmir meningkat setelah insiden di Pahalgam. Saat itu, turis diserang dan India menuduh Pakistan terlibat.

Pemerintah Kashmir meminta pemerintah pusat turun tangan. Mereka meminta perlindungan bagi warganya di seluruh India. Seperti yang dilansir dari Al Jazeera.

Tags: India, Kashmir, kekerasan

You May Also Like

Rusia Dituduh Jadikan Musim Dingin Senjata di Ukraina
Presiden Iran: Tidak Akan Tunduk pada Tekanan AS dalam Negosiasi Nuklir

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan