FBI Beri Peringatan Pengguna Tentang Aplikasi Asing

BeritaNasionalTeknologi
Views: 6

FBI mengeluarkan peringatan tentang aplikasi seluler yang dikembangkan di luar negeri. Banyak aplikasi populer dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan asing, terutama dari China.

FBI khawatir tentang undang-undang keamanan negara-negara seperti China. Undang-undang ini memungkinkan pemerintah mengakses data pengguna AS. Kekhawatiran ini menyebabkan larangan TikTok dan kepemilikan mayoritas AS atas platform tersebut.

Beberapa aplikasi meminta Anda mengundang teman atau kontak. Informasi kontak, termasuk nama, alamat email, nomor telepon, ID pengguna, dan alamat rumah, dapat disimpan. Bahkan jika Anda tidak menggunakan aplikasi, informasi Anda dapat dibagikan oleh orang lain.

Kebijakan privasi beberapa aplikasi menyatakan bahwa data disimpan di server berbasis di China selama yang dianggap perlu oleh pengembang. Beberapa aplikasi mungkin berisi malware yang mengeksploitasi kerentanan keamanan. Malware ini dapat mencuri data Anda tanpa sepengetahuan Anda.

FBI menyarankan langkah-langkah untuk melindungi data dan perangkat Anda:

  • Nonaktifkan berbagi data jika memungkinkan
  • Unduh aplikasi dari toko aplikasi resmi
  • Ubah dan perbarui kata sandi Anda secara teratur
  • Instal pembaruan saat tersedia
  • Baca persyaratan layanan dan perjanjian lisensi

FBI juga meminta Anda untuk melaporkan jika Anda yakin data Anda telah disusupi.

Sangat penting untuk waspada terhadap aplikasi yang meminta banyak data. Jika aplikasi meminta banyak data tanpa alasan yang jelas, jangan berikan.

Malware adalah perhatian utama saat ini. Mengunduh aplikasi dari situs acak atau daftar yang meragukan dapat membahayakan perangkat Anda. Melakukan riset sebelum menginstal dapat melindungi Anda dari masalah besar.

Artikel 14 Undang-Undang Intelijen Nasional China menyatakan bahwa lembaga intelijen dapat meminta dukungan dari organisasi dan warga negara. FBI tidak menyebutkan aplikasi tertentu, tetapi memperingatkan tentang aplikasi seperti CapCut dan Temu.

FBI menyoroti bahwa aplikasi yang memelihara infrastruktur digital di China tunduk pada undang-undang keamanan nasional China. Ini berpotensi memungkinkan pemerintah China mengakses data pengguna aplikasi seluler.

Peringatan FBI menggemakan argumen keamanan nasional yang menyebabkan penjualan paksa TikTok. Untuk terus beroperasi di AS, ByteDance harus menjual mayoritas perusahaan kepada investor AS.

FBI menyarankan pengguna untuk melaporkan aktivitas mencurigakan ke Pusat Pengaduan Kejahatan Internet (IC3).

Tags: aplikasi, FBI, Keamanan Data

You May Also Like

5 Gadget HDMI untuk Atur Peralatan Hiburan di Rumah
Google Rilis Aplikasi Dikte AI Offline ‘Eloquent’ untuk iOS

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan