Eskalasi Konflik Pakistan-Afghanistan: Reaksi dan Seruan Internasional

BeritaInternasionalPolitik
Views: 5

Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan meningkat. Kedua negara terlibat dalam pertempuran sengit di sepanjang perbatasan. Dunia internasional menyerukan agar kedua pihak menahan diri.

Pakistan menyatakan “perang terbuka” dengan Taliban Afghanistan. Serangan dilaporkan terjadi di Kabul, Kandahar, dan Paktika.

Pernyataan ini muncul setelah Taliban mengaku menyerang militer Pakistan. Serangan itu disebut sebagai balasan atas serangan udara Pakistan sebelumnya.

Berbagai negara dan organisasi internasional telah memberikan reaksi. Mereka mendesak agar konflik segera dihentikan.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, menyalahkan Taliban. Ia menyebut Islamabad telah berupaya menstabilkan situasi melalui diplomasi.

Presiden Afghanistan sebelumnya, Hamid Karzai, menyatakan negaranya akan membela diri. Ia menyerukan Pakistan untuk mengubah kebijakannya.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinannya. Ia mendesak kedua negara mematuhi hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menawarkan bantuan mediasi. Ia menyerukan dialog dan prinsip-prinsip bertetangga yang baik.

Rusia juga menawarkan diri sebagai mediator. Mereka mendesak penghentian serangan lintas batas segera.

India mengecam serangan udara Pakistan. Mereka menuding Pakistan mencoba mengalihkan perhatian dari masalah internalnya.

Turki telah melakukan pembicaraan dengan para menteri luar negeri dari berbagai negara. Tujuannya adalah untuk meredakan ketegangan.

China menyatakan keprihatinannya atas eskalasi konflik. Mereka menawarkan diri untuk memainkan peran konstruktif dalam mendinginkan situasi.

Amerika Serikat menyatakan dukungan untuk Pakistan. Mereka mengakui hak Pakistan untuk membela diri dari serangan.

Tags: Afghanistan, Konflik, Pakistan

You May Also Like

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 6 Polisi, Hamas Kecam Pelanggaran Gencatan Senjata
Kanada Ubah Sikap Terhadap India Jelang Kunjungan Carney

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan