FC Barcelona kini memiliki sumber pendapatan baru yang menjanjikan, yaitu akademi klub La Masia. Akademi ini terbukti mampu menghasilkan talenta-talenta muda berkualitas tinggi yang berpotensi mendatangkan keuntungan finansial bagi klub.
Data keuangan klub menunjukkan bahwa sejak tahun 2024, Barcelona telah berhasil mengantongi lebih dari €50 juta dari penjualan pemain akademi. Jika dikonversikan ke dalam rupiah, angka tersebut mencapai sekitar Rp850 miliar (dengan asumsi kurs €1 = Rp17.000). Pendapatan ini sangat signifikan, terutama dalam upaya Barcelona menyeimbangkan neraca keuangan dan mematuhi regulasi finansial.
Salah satu contohnya adalah penjualan Dro Fernandez ke PSG. Meskipun ada kekecewaan dari staf pelatih, Barcelona menerima sekitar €8,2 juta (sekitar Rp139,4 miliar) dari transfer tersebut, padahal klausul pelepasannya hanya €6 juta. Ini menunjukkan kemampuan klub dalam memaksimalkan negosiasi.
Dro Fernandez, pemain dengan darah keturunan Filipina, telah resmi diperkenalkan sebagai pemain PSG. “Saya sangat senang dan bangga bergabung dengan Paris Saint-Germain. Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi saya dan keluarga,” ujarnya.
Keberhasilan La Masia dalam menghasilkan pemain berkualitas tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga memperkuat identitas klub yang dikenal dengan pemain-pemain didikan sendiri. Model pengembangan pemain muda seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub sepak bola di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, untuk berinvestasi dalam pembinaan pemain usia dini.






















