Aksi Militer AS di Bawah Trump Setelah Kembali Menjabat: Iran Jadi Target Utama?

BeritaInternasionalPolitik
Views: 5

Presiden Trump, setelah berjanji menghindari perang asing, justru meningkatkan aksi militer sejak kembali menjabat. Iran menjadi target utama, memicu kontroversi dan kecaman internasional.

Serangan terhadap Iran, dianggap melanggar hukum internasional, menandai peningkatan agresi Trump. Sanksi dan tekanan ekonomi juga terus diterapkan.

Selain Iran, Venezuela juga menjadi sasaran serangan. Pemboman di Caracas dan penculikan Presiden Maduro meningkatkan ketegangan di kawasan Amerika Latin.

Trump juga meningkatkan serangan udara dengan dalih kontraterorisme di Afrika dan Timur Tengah. Tindakan ini menuai kritik karena dianggap melanggar kedaulatan negara lain.

Di Nigeria, Trump mengirim pasukan dan mengancam serangan jika pemerintah tidak mengatasi konflik agama. Klaim “genosida” terhadap Kristen dibantah oleh pejabat Nigeria.

Di Somalia, serangan udara meningkat drastis. Jumlah serangan di masa jabatan Trump melampaui gabungan era Bush, Obama, dan Biden.

Yaman juga menjadi target serangan, dengan puluhan warga sipil tewas. Serangan terhadap Houthi bertujuan menghentikan serangan terhadap kapal di Laut Merah.

Di Suriah, AS menyerang target ISIS setelah serangan yang menewaskan tentara AS. Pemerintah Suriah menyebut pelaku adalah anggota keamanan negara yang akan dipecat.

Serangan terhadap ISIS juga dilakukan di Irak, menewaskan seorang komandan senior. Trump mengumumkan kematian itu melalui media sosial dengan bangga.

Selain itu, AS meningkatkan operasi militer di Amerika Latin dan Karibia, menargetkan kapal yang diduga membawa narkoba. Tindakan ini dikecam sebagai pembunuhan di luar hukum.

UN dan pakar hukum internasional mengecam serangan-serangan ini sebagai pelanggaran hukum internasional. Mereka menilai tindakan AS melanggar kedaulatan negara lain.

Kebijakan luar negeri Trump terus menuai kontroversi dan kecaman global. Aksi militer yang meningkat menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas dunia.

Seperti yang dilansir dari Al Jazeera, tindakan AS di bawah kepemimpinan Trump menuai berbagai reaksi negatif dari komunitas internasional.

Tags: Donald Trump, Iran, Serangan Militer

You May Also Like

Ayatollah Ali Khamenei Dikabarkan Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel
Serangan AS-Israel ke Iran Picu Balasan, Situasi Timur Tengah Memanas

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan