Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya penyelesaian masalah sampah secepatnya. TPA open dumping ditargetkan berakhir pada 2028.
Dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah di Jakarta, ia mengingatkan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk serius menangani isu sampah nasional.
“Bapak Presiden mengingatkan bahwa TPA kita akan berakhir secara teknis pada 2028. Rata-rata umur TPA kita sudah 17 tahun,” ujarnya.
Sesuai standar Kementerian PU, TPA seharusnya hanya beroperasi selama 20 tahun.
Ia mengajak pemda bekerja sama merumuskan langkah-langkah pengelolaan sampah dari hulu. Tujuannya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA.
Praktik open dumping telah menurun. KLH/BPLH mencatat penurunan dari 95 persen pada 2025 menjadi 66 persen. Artinya, masih ada 481 TPA yang melakukan open dumping.
“Di tahun 2026 kita bersepakat untuk segera mengakhiri open dumping ini 100 persen,” tegasnya.
Penghentian open dumping ini bertujuan mencapai target pengelolaan sampah 100 persen dalam RPJMN 2025-2029.
Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah mencapai 64,3 persen pada tahun ini.
Menurut data SIPSN KLH/BPLH, timbulan sampah nasional pada 2025 mencapai 24,8 juta ton. Sebanyak 65,45 persen diantaranya belum terkelola.
Pemerintah terus berupaya mendorong daerah untuk meningkatkan pengelolaan sampah.
Menteri LH juga mendukung Bali sebagai pelopor pengelolaan sampah tanpa open dumping.
Diharapkan, target pengelolaan sampah dapat tercapai sesuai dengan rencana.





















