Kasus rasisme dan diskriminasi terhadap minoritas etnis di Inggris dilaporkan meningkat. Hal ini memicu kewaspadaan di kalangan komunitas minoritas.
Nabila, seorang ibu Muslim di Basildon, Essex, mengungkapkan kekhawatiran tentang meningkatnya insiden rasisme di wilayahnya.
Beberapa insiden meliputi pelemparan kaca ke anak-anak Muslim, vandalisme rasis di masjid, dan laporan pengemudi yang mempercepat kendaraan saat wanita Muslim menyeberang jalan.
Basildon didominasi populasi kulit putih. Muslim hanya merupakan sebagian kecil dari populasi.
Zarka, seorang wanita Muslim lain di Basildon, menceritakan pengalaman diskriminasi yang dialaminya saat mengantar anaknya ke sekolah.
Di Skotlandia, Etka Marwaha menceritakan pengalaman putrinya yang menjadi korban perundungan rasis di sekolah.
Anisa, putri Marwaha, mengalami ejekan dan perlakuan diskriminatif dari teman-temannya.
Sam, seorang dokter di Skotlandia, juga mengungkapkan keprihatinannya tentang meningkatnya rasisme di sekolah-sekolah setempat.
Insiden terbaru adalah seorang pria bersenjata yang memasuki Masjid Manchester Central saat salat Tarawih.
Data resmi menunjukkan peningkatan kejahatan rasial dan agama di Inggris dan Wales.
Kejahatan rasial terhadap Muslim meningkat setelah peristiwa terkait disinformasi dan kerusuhan.
Peningkatan ini terjadi seiring dengan retorika anti-imigran dari politisi sayap kanan.
Runnymede Trust menekankan dampak psikologis dari kewaspadaan terus-menerus terhadap rasisme pada kesehatan mental dan fisik.





















