Jakarta — Gelombang protes dari para penggemar sepakbola dunia terus mengamuk usai Timnas Argentina berhasil melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Lebih dari 16 juta orang dari berbagai belahan bumi kini telah menandatangani petisi daring yang menuntut FIFA mendiskualifikasi Lionel Messi dan rekan-rekannya dari turnamen bergengsi yang digelar di Amerika Utara tersebut. Fenomena ini menjadi salah satu trending topic paling panas di platform-media sosial global dalam beberapa hari terakhir.
Petisi yang diunggah melalui laman argentinaout.com tersebut viral di seluruh dunia sejak beberapa hari lalu. Para penggagas menuduh FIFA dan para wasit telah memberikan perlakuan istimewa kepada Argentina sepanjang turnamen. Dalam surat petisi, mereka mempertanyakan fairness kompetisi ketika pemenangnya terasa sudah ditentukan sejak awal. Titik api kemarahan pecah berkat berbagai keputusan kontroversial yang dianggap menguntungkan tim juara bertahan tersebut.
“Jelas sekali bahwa FIFA dan para wasit memihak Lionel Messi dan Argentina. Mengapa negara-negara lain harus ikut bertanding jika pemenangnya sudah ditentukan? Keluarkan Argentina dari Piala Dunia dan berikan kesempatan yang adil kepada semua tim lainnya,” bunyi kutipan lengkap dari petisi tersebut yang kini telah dikumpulkan sejak bulan Juli 2026.
Lonjakan jumlah tandatangan terjadi menyusul laga kontroversial Argentina melawan Mesir di babak 16 besar. Saat itu, anak-anak asuh Lionel Scaloni berhasil comeback dramatis dengan skor 3-2 setelah sempat tertinggal 0-2. Gol penentu kemenangan Argentina menuai protes keras karena diduga bermula dari pelanggaran yang tidak ditindak oleh wasit maupun sistem VAR. Banyak pengamat dan mantan pemain sepakbola menyatakan bahwa Argentina pantas kalah dalam laga itu.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, tidak ragu menuding pertandingan tersebut sudah diatur untuk memastikan Argentina melaju. “Wasit tidak adil. Tuhan sudah cukup bagi saya. Tapi dia adalah sebaik-baiknya pengatur segala urusan. Turnamen ini sudah diarahkan untuk Argentina,” ujar Hassan dalam konferensi pers pasca laga yang membuatPerdebatan kian memanas.
Messi cs sendiri mendapat julukan “anak emas” FIFA karena dinilai selalu mendapatkan keuntungan dari keputusan wasit. Tudingan ini semakin kentara mengingat pada rekam jejak Argentina yang merupakan satu-satunya tim dalam sejarah Piala Dunia yang bisa mencapai babak semifinal tanpa menghadapi tim yang masuk dalam peringkat 10 besar ranking FIFA. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa Argentina mendapat jalur yang lebih mudah dibanding lawan-lawannya.
Menanggapi kritikan keras tersebut, pelatih Argentina Lionel Scaloni membantah dengan tegas. Menurut dia, tuduhan seolah-olah Argentina mendapatkan perlakuan khusus hampir mustahil terjadi di era VAR yang sudah dilengkapi teknologi canggih. Scaloni menambahkan bahwa kritikan terhadap Argentina bukanlah hal baru dan sudah menjadi musim sejak kemenangan di Piala Dunia 1986.
“Pada tahun 1986, mereka juga mengatakan bahwa Argentina mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Ini bukanlah sesuatu yang baru bagi kami. Dengan VAR dan seluruh teknologi yang kami miliki sekarang, sangat sulit membantu siapa pun. Tidak ada ruang untuk interpretasi yang berbeda,” jelas Scaloni dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Scaloni juga menambahkan bahwa kritikan justru bisa menjadi motivasi ekstra bagi timnya untuk terus tampil optimal. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan wasit sudah melalui proses tinjauan yang ketat sehingga kemungkinan kesalahan sistematis sangat kecil.
Argentina kini menjadi satu dari empat tim yang tersisa di Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Albiceleste itu dijadwalkan menghadapi Inggris pada babak semifinal. Sementara itu, pertandingan semifinal lainnya mempertemukan Prancis melawan Spanyol yang berhasil mengejutkan banyak pengamat dengan permainan impressive mereka.
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Utara memang telah menuai banyak sorotan. Selain kontroversi Argentina, perhatian dunia juga tertuju pada performa tim-tim besar yang gagal memenuhi ekspektasi. Penggemar sepakbola dari seluruh dunia kini menunggu apresiasi FIFA terhadap petisi ini. Apakah federasi bola dunia akan mengambil langkah tegas atau tetap membiarkan situasi berlanjut?
Yang jelas, nama Argentina kini menjadi sorotan tajam dan tekanan psikologis akan terus mengintai langkah Messi cs di sisa turnamen. Preseden yang ditetapkan laga kontroversial ini juga menuai perdebatan panjang terhadap kelayakan sistem wasit modern dan peran teknologi dalam sepakbola internasional.


















