Trump Perluas Dakwaan Terhadap Demonstran Gereja Minnesota

InternasionalNasionalPolitik
Views: 5

Pemerintahan Donald Trump meningkatkan tuntutan terhadap pengunjuk rasa di sebuah gereja di Minnesota menjadi 39 orang.

Awalnya, hanya sembilan orang yang didakwa terkait demonstrasi di Cities Church, St Paul.

Demonstrasi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan imigrasi Trump di Minnesota.

Namun, pemerintah menuduh para pengunjuk rasa menyerang kebebasan beragama.

Jaksa Agung Pam Bondi mengumumkan dakwaan tambahan melalui media sosial.

“Hari ini, Departemen Kehakiman membuka dakwaan terhadap 30 orang lainnya yang terlibat dalam serangan di Cities Church,” tulis Bondi.

Bondi juga memperingatkan pengunjuk rasa lain agar tidak mengganggu kegiatan keagamaan.

“Anda tidak bisa menyerang rumah ibadah. Jika Anda melakukannya, kami akan menemukan, menangkap, dan menuntut Anda,” tegasnya.

Trump berupaya menarik dukungan konservatif Kristen dengan berbagai inisiatif.

Namun, kritikus menuduh pemerintahannya membungkam oposisi melalui penuntutan ini.

Beberapa terdakwa, termasuk mantan pembawa berita CNN Don Lemon, membantah terlibat dalam protes.

Mereka menyatakan hadir sebagai jurnalis dan telah mengaku tidak bersalah.

Dakwaan menyebutkan para pengunjuk rasa mengganggu dan mengintimidasi jemaat gereja.

Protes ini, disebut “Operation Pullup”, merupakan respons terhadap tindakan keras imigrasi di Minnesota.

Trump menuding warga Somalia Amerika melakukan penipuan dana kesejahteraan.

Pada Desember, pemerintah mengirim ribuan agen imigrasi ke wilayah tersebut.

Namun, operasi ini diwarnai kekerasan terhadap tahanan dan pengunjuk rasa.

Kasus penembakan Renee Good oleh agen ICE memicu protes nasional.

Operation Pullup menargetkan pendeta David Easterwood, yang juga pejabat ICE.

Beberapa pengunjuk rasa siap melawan dakwaan, mengklaim hak kebebasan berbicara.

Mereka juga menyatakan akan terus mengawasi operasi imigrasi pemerintah.

Pengacara hak sipil Nekima Levy Armstrong menyerukan keadilan dan kebebasan.

Tags: Imigrasi, Protes, Trump

You May Also Like

Ketegangan AS-Iran, Skandal Epstein, Solidaritas Israel-India, dan Kebangkitan Politik Digital di Brazil
Partai Hijau Menang Pemilu Sela di Inggris, Pukulan bagi Partai Buruh Starmer

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan