Beberapa warga Palestina tewas setelah pemukim bersenjata Israel menyerang desa Abu Falah di Tepi Barat yang diduduki. Saksi mata mengatakan bahwa para pemukim melakukan serangan di bawah perlindungan pasukan Israel.
Menurut laporan, setidaknya tiga warga Palestina tewas akibat serangan pemukim Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
Dua warga Palestina ditembak mati oleh pemukim Israel saat serangan di desa Khirbet Abu Falah, timur laut Ramallah. Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban sebagai Fare Jawdat Hamayel, 57, dan Thaer Farouq Hamayel, 24.
Keduanya dilaporkan ditembak di kepala. Seorang warga ketiga meninggal karena menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh tentara Israel yang menyertai para pemukim. Warga ketiga tersebut diidentifikasi sebagai Muhammad Hassan Murrah, 55.
Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengutuk serangan brutal terhadap warga tak berdosa, dengan tiga orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka.
Militer Israel menyatakan bahwa pasukan dikirim ke daerah Khirbet Abu Falah setelah laporan tentang warga Palestina yang diserang oleh warga sipil Israel di dekat rumah-rumah.
Komandan militer Israel untuk Tepi Barat yang diduduki, Mayjen Avi Bluth, menggambarkan penembakan di Abu Falah sebagai insiden yang tidak dapat diterima.
Sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023, kekerasan di Tepi Barat meningkat.
Sejak Oktober 2023, tentara atau pemukim Israel telah membunuh lebih dari 1.000 warga Palestina, baik anggota kelompok perlawanan maupun warga sipil, di Tepi Barat yang diduduki. Setidaknya 45 warga Israel, termasuk tentara dan warga sipil, telah tewas dalam serangan Palestina atau selama operasi militer Israel.
Serangan pemukim meningkat selama seminggu terakhir dan pada hari Sabtu mereka tiba dengan bersenjatakan tongkat, ketapel, pistol, dan senapan M16.
Menurut data dari OCHA, pemukim telah menyerang warga Palestina lebih dari 3.700 kali di Tepi Barat yang diduduki selama 28 bulan terakhir.
Serangan pemukim meningkat tajam sejak 2016, dengan 852 tercatat pada 2022, 1.291 pada 2023, 1.449 pada 2024 dan 1.828 pada 2025.
Seperti yang dilansir dari Al Jazeera dan The Guardian, perhatian dunia tertuju pada perang antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, para pemukim meningkatkan serangan terhadap warga Palestina.





















