BPI Danantara mendorong percepatan reaktivasi tambang batu bara Ombilin di Sawahlunto, Sumatera Barat. Reaktivasi ini berpotensi menyerap sekitar seribu tenaga kerja.
COO BPI Danantara, Dony Oskaria, berharap reaktivasi tambang dapat dilakukan secepatnya pada tahun ini.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menyatakan bahwa proses pembukaan kembali tambang masih dalam tahap pengurusan dokumen.
Dokumen tersebut termasuk perizinan, analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), serta studi kelayakan.
Direktur Operasional PTBA, Ilham Yacob, mengatakan dokumen ini sangat penting dan aktivitas tidak bisa dilakukan tanpa itu.
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menambahkan bahwa aktivitas penambangan baru bisa dilakukan setelah seluruh dokumen teknis dan persetujuan pemerintah rampung.
Dokumen tersebut mencakup aspek teknis, analisis biaya, operasional, kesiapan tenaga kerja, legalitas, regulasi, hingga lingkungan.
Jika tambang kembali beroperasi, baik tambang terbuka maupun tambang dalam, setidaknya seribu tenaga kerja dapat terserap.
Potensi cadangan tambang terbuka di Ombilin diperkirakan mencapai sekitar 2 juta ton, sementara tambang dalam sekitar 100 juta ton.
Tambang Ombilin merupakan salah satu tambang batu bara tertua di Indonesia. Aktivitasnya menurun tajam sejak sekitar 25 tahun terakhir.
Penurunan tersebut sempat memicu kekhawatiran terhadap masa depan Sawahlunto.
Secara historis, deposit batu bara Ombilin ditemukan oleh peneliti Belanda, Willem Hendrik de Greve, pada 1867–1868.
Tambang tersebut resmi dibuka pemerintah Hindia Belanda pada 28 Desember 1891.





















