Jurnalis Italia Jadi Korban Spyware Paragon, Pemerintah Bungkam

BeritaInternasionalTeknologi
Views: 5

Jaksa penuntut Italia mengonfirmasi bahwa seorang jurnalis menjadi korban peretasan spyware Paragon. Hal ini menambah panjang daftar kasus penggunaan alat peretas terhadap tokoh masyarakat sipil.

Kantor kejaksaan di Roma dan Naples menyatakan laporan teknis menunjukkan adanya jejak infeksi spyware pada ponsel Francesco Cancellato, seorang jurnalis, serta aktivis imigrasi Giuseppe Caccia dan Luca Casarini.

Serangan terjadi pada 14 Desember 2024. Tiga serangan beruntun pada malam yang sama mengindikasikan adanya kampanye terkoordinasi.

Cancellato, direktur situs berita Fanpage, menjadi salah satu dari sekitar 90 orang yang menerima peringatan dari WhatsApp pada Januari 2025 bahwa mereka menjadi target spyware Paragon Solutions.

Meskipun otoritas menemukan bukti operasi terhadap Caccia dan Casarini, tidak ada bukti operasi terhadap Cancellato.

Investigasi oleh Komite Parlemen Italia untuk Keamanan Republik (COPASIR) pada Juni 2025 menyimpulkan bahwa badan intelijen Italia menargetkan Caccia dan Casarini secara legal.

Namun, komite tersebut tidak menemukan bukti peretasan terhadap Cancellato. Jaksa terus menyelidiki untuk mengidentifikasi pelaku peretasan Cancellato.

Pemerintah Italia membantah terlibat dalam peretasan Cancellato. Perdana Menteri Giorgia Meloni menyatakan pemerintahannya menawarkan bantuan untuk mengklarifikasi masalah ini.

Cancellato meminta kejelasan dan menyayangkan pemerintah yang memilih bungkam. John Scott-Railton dari Citizen Lab mempertanyakan mengapa tidak ada konfirmasi dalam investigasi resmi sebelumnya.

Paragon, yang spyware-nya bernama Graphite, telah membatalkan kontrak dengan pelanggan pemerintah Italia. Selain Caccia, Casarini, dan Cancellato, Ciro Pellegrino juga menjadi target spyware.

Namun, laporan teknis hanya menemukan bukti spyware pada ponsel Caccia, Casarini, dan Cancellato. Pellegrino mempertanyakan perbedaan temuan Citizen Lab dengan эксперты jaksa Italia.

Italia menjadi negara Eropa terbaru yang terlibat dalam skandal spyware, setelah kasus serupa di Yunani, Hongaria, Polandia, dan Spanyol. Seperti yang dilansir dari TechCrunch, Italia sedang berupaya mengungkap kasus ini.

Tags: Italia, peretasan, Spyware

You May Also Like

Pengungsi Lebanon Cari Bantuan di Tengah Konflik
Konflik AS-Israel-Iran memasuki hari ke-7

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan