Argentina berhasil melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) dini hari WIB. Kemenangan dramatis ini membawa tim berjuluk Albiceleste itu menghadapi Spanyol di final majestic pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB di New York New Jersey Stadium. Partai ini dinantikan karena akan menjadi pertarungan seru antar antara raksasa Eropa dan Amerika Selatan yang kedua kalinya beruntun.
Di babak pertama, Argentina tampil lebih dominan dan menekan pertahanan Inggris. Julian Alvarez dua kali melontarkan ancaman serius setelah menerima umpan dari rekan setimnya, namun tembakan kerasnya masih bisa dibendung oleh kiper Jordan Pickford yang tampil incar. Namun, tepatnya di menit ke-55, Three Lions berhasil membuka keunggulan lewat gol Anthony Gordon. Gol itu bermula dari serangan balik cepat Inggris yang memanfaatkan bola rebound setelah percobaan menyelamatkan gawang pertama. Morgan Rogers mengirim umpan silang yang disambut sempurna oleh Gordon untuk menyarangkan jala Emiliano Martinez. Stadion Atlanta pecah sorakan karena tim tamu berhasil unggul.
Ketinggalan gol membuat Argentina mendadak meningkatkan intensitas serangan. Pengalaman Messi menjadi tumpuan utama timnya untuk memadatkan serangan. Di menit ke-64, Nico Gonzalez masuk menggantikan Leandro Paredes untuk menambah kekuatan ofensif. Empat menit berselang, Argentina hampir menyamakan kedudukan setelah sundulan Gonzalez bisa dibanting dengan luar biasa oleh Pickford. Aksi heroik kiper itu membuat Inggris tetap mempertahankan keunggulan.
Inggris kemudian lebih mengandalkan pertahanan padat. Di menit ke-72, Ezri Konsa masuk menggantikan Gordon untuk memperkuat lini pertahanan. Strategi ini jelas untuk menjaga keunggulan meski hanya dengan sisa satu gol. Argentina juga melakukan pergantian pemain dengan menurunkan Nicolas Otamendi, Rodrigo De Paul, dan Gonzalo Montiel. Ancaman Argentina tetap bertahan di menit ke-76 lewat sundulan Alexis Mac Allister yang juga berhasil digagalkan Pickford dalam aksi refleks yang luar biasa.
Menjelang akhir pertandingan, terutama di menit ke-85, Argentina akhirnya berhasil menyamakan kedudukan. Enzo Fernandez melepaskan tembakan jarak jauh yang meluncur mulus tanpa bisa dihalau oleh Pickford. Stadion Atlanta langsung memecah sorakan karena tim tuan rumah akhirnya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol itu mengembalikan kepercayaan diri Argentina dan membuat Inggris mulai terdesak.
Saat laga memasuki masa injury time, tepatnya di tambahan waktu pertama, Argentina berbalik unggul. Umpan silang sempurna dari Lionel Messi mendarat mulus di hadapan Lautaro Martinez yang hanya perlu menundukkan kepala untuk menyarangkan bola ke gawang terbuka lebar. Skor menjadi 2-1 dan tetap tidak berubah hingga bunyi tanda akhir. Bola yang dimulai dari Messi benar-benar membawa Argentina ke partai puncak.
Kemenangan ini membawa Argentina ke final untuk kedua kalinya beruntun di Piala Dunia. Messi dkk. akan bertemu Spanyol yang lolos usai mengalahkan Prancis 2-1 di semifinal pertama. Di partai untuk perebutan posisi ketiga, Prancis akan menjamu Inggris di Miami Stadium pada Minggu (19/7) pukul 04.00 WIB.
Dengan hasil ini, Argentina naik dua peringkat di ranking FIFA dan kini menempati posisi nomor satu dunia. Messi kembali menjadi salah satu kunci sukses timnya setelah mencetak satu assist dalam laga ini. Kemenangan ini juga mengukuhkan bahwa Argentina tetap menjadi tim yang kompetitif dan penuh determinasi di panggung dunia. Banyak pengamat sepakbola yang menyoroti mental yang tinggi dari tim ini meski selalu bermain dengan tekanan besar.
Sementara itu, Inggris harus puas menjalani laga perebutan posisi ketiga. Thomas Tuchel, pelatih Inggris, mengaku tidak ada penyesalan setelah laga ini. Bagaimanapun, ia melihat timnya sudah melakukan yang terbaik meski harus merasakan pahitnya kekalahan di injury time. “Kami sudah bermain dengan baik, hanya saja Argentina lebih beruntung pada menit-menit akhir,” ujar Tuchel kepada wartawan.
Sejak kick-off, laga ini memang ditandai oleh pertarungan sengit. Argentina lebih banyak menguasai bola, namun Inggris tampil efektif dalam memanfaatkan peluang. Namun, pada akhirnya, kerja keras Argentina dan pengalaman Messi terbukti menjadi faktor penentu. Ratusanribu penggemar dari kedua tim memadati stadion untuk menyaksikan laga super sengit ini secara langsung.
Kini seluruh perhatian dunia sepakbola akan beralih ke final antara Argentina versus Spanyol. Tim Tango sudah menunjukkan kualitasnya, sementara Spanyol juga datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghentikan langkah Prancis. Pertarungan kedua raksasa Eropa dan Amerika Selatan ini dijadwalkan akan berlangsung intens dan penuh warna. Banyak yang menantikan apakah Messi bisa memenangkan gelar dunia untuk kedua kalinya.
Di lain front, Argentina juga menunjukkan skema permainan yang luar biasa di bawah asuhan pelatih mereka. Permainan kolektif yang dimainkan membuat Inggris kesulitan menembus pertahanan yang rapi. Bintang muda seperti Enzo Fernandez juga membuktikan kemampuannya sebagai andalan di lini tengah. Golnya menjadi momen bersejarah yang membawa timnas Argentina kembali ke final.
Piala Dunia 2026 ini sendiri menjadi edisi yang paling dinantikan karena diadakan di benua Amerika Serikat yang menjadi surga bagi para penggemar bola. Lampu-lampu stadion yang spektakuler dan atmosfer yang luar biasa menjadikan setiap pertandingan sebagai momen sakral bagi para pemain. Argentina pulang dengan kemenangan dramatis yang tidak akan dilupakan oleh para pendukungnya.


















