Harga cabai rawit terpantau mencapai Rp68.836 per kilogram pada hari keempat bulan puasa tahun 2026. Kenaikan harga ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat.
Selain cabai rawit, harga telur ayam juga mengalami kenaikan. Saat ini, harga telur mencapai Rp31.889 per kilogram.
Kenaikan harga kedua komoditas ini dipicu oleh meningkatnya permintaan selama bulan puasa. Masyarakat cenderung lebih banyak memasak dan mengonsumsi makanan pedas serta telur sebagai sumber protein.
Pedagang di pasar tradisional mengeluhkan pasokan cabai rawit yang terbatas. Cuaca buruk beberapa waktu lalu mempengaruhi hasil panen.
Distributor telur ayam juga mengalami kendala dalam pengiriman. Kenaikan harga bahan bakar turut mempengaruhi biaya distribusi.
Pemerintah daerah berupaya menstabilkan harga dengan melakukan operasi pasar. Langkah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk bijak dalam berbelanja. Hindari membeli bahan makanan secara berlebihan agar tidak terjadi penimbunan.
Selain itu, masyarakat dapat mencari alternatif bahan makanan yang lebih terjangkau. Variasi menu makanan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada cabai rawit dan telur.
Pemerintah juga mengawasi secara ketat pergerakan harga di pasar. Tindakan tegas akan diberikan kepada pedagang yang melakukan praktik penimbunan atau spekulasi harga.
Diharapkan dengan berbagai upaya ini, harga cabai rawit dan telur dapat segera stabil. Masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa terbebani masalah harga.
Kenaikan harga ini menjadi evaluasi bagi pemerintah dan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang. Upaya peningkatan produksi dan efisiensi distribusi perlu terus dilakukan.
Stabilisasi harga pangan merupakan prioritas utama pemerintah. Ketersediaan pangan yang terjangkau akan menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah akan terus memantau dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga pangan. Dikutip dari ANTARA News.





















