Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah dikerahkan untuk menutup Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Brigadir Jenderal IRGC, Ibrahim Jabari, menyampaikan informasi ini pada hari Sabtu (28/2). Ia menuturkan penutupan dilakukan sebagai respons atas tindakan agresif terhadap Iran.
“Saat ini dilakukan penutupan Selat Hormuz oleh pasukan IRGC menyusul agresi terhadap Iran,” ujarnya kepada penyiar Al-Mayadeen.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke target-target di Iran, termasuk Teheran. Serangan ini menyebabkan kerusakan dan menimbulkan korban sipil.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel. Iran juga menargetkan infrastruktur militer AS di Timur Tengah.
Perwakilan IRGC menyatakan bahwa Israel telah melakukan kesalahan perhitungan dengan menyerang Iran.
Kementerian Pendidikan Iran mengumumkan penutupan sekolah. Proses belajar mengajar beralih ke sistem daring akibat serangan AS dan Israel.
Kantor berita ISNA melaporkan informasi tersebut. Langkah ini diambil untuk melindungi keselamatan siswa.
Menurut laporan, serangan AS di Iran menyebabkan sejumlah siswa SD menjadi korban. Korban tewas mencapai 85 orang.
Iran juga dilaporkan menyerang 14 pangkalan AS di Timur Tengah. Serangan ini merupakan bagian dari respons Iran atas agresi tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting. Penutupannya dapat berdampak signifikan terhadap lalu lintas minyak dunia.
Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas. Beberapa negara dan organisasi internasional menyerukan semua pihak untuk menahan diri.
Dikutip dari Sputnik dan RIA Novosti.





















