Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menuai kecaman keras dari berbagai negara Arab dan Muslim. Hal ini dipicu oleh pernyataannya yang mengindikasikan Israel berhak memperluas wilayahnya di Timur Tengah.
Pernyataan kontroversial ini disampaikan Huckabee dalam wawancara dengan Tucker Carlson. Ia ditanya tentang janji alkitabiah mengenai wilayah antara Sungai Efrat dan Nil untuk keturunan Abraham, dan apakah Israel modern berhak mengklaim wilayah itu.
“Akan baik-baik saja jika mereka mengambil semuanya,” jawab Huckabee, merujuk pada wilayah yang mencakup Lebanon, Suriah, Yordania, dan sebagian Arab Saudi.
Setelah menuai kritik, Huckabee menarik kembali perkataannya. Ia menyebutnya “pernyataan hiperbolik” dan mengatakan Israel tidak ingin memperluas wilayahnya, hanya ingin keamanan di wilayah yang saat ini dikuasai.
Meski begitu, kecaman terus berdatangan. Negara-negara seperti Mesir, Yordania, dan Arab Saudi mengecam pernyataan Huckabee sebagai “ekstremis”, “provokatif”, dan “tidak sesuai dengan posisi resmi Washington”.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyebut pernyataan Huckabee sebagai “retorika ekstremis” dan “tidak dapat diterima”. Mereka meminta klarifikasi dari Departemen Luar Negeri AS.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan pernyataan itu “pelanggaran terang-terangan” terhadap hukum internasional. Mereka menekankan Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki atau wilayah Arab lainnya.
Kementerian Luar Negeri Yordania menyebut pernyataan itu “absurd dan provokatif”, melanggar norma diplomatik dan “melanggar kedaulatan negara-negara di kawasan itu”.
Liga Arab juga mengeluarkan pernyataan yang menyebut ucapan Huckabee “ekstremis dan tanpa dasar yang kuat”, hanya akan memicu sentimen dan emosi keagamaan dan nasional.
Huckabee dikenal sebagai pendukung setia Israel. Ia menentang solusi dua negara dan menyangkal pendudukan ilegal Israel di Tepi Barat. Pada tahun 2008, ia bahkan mempertanyakan identitas Palestina.
Mahkamah Internasional pada 2024 memutuskan pendudukan Israel atas wilayah Palestina ilegal dan harus segera dihentikan.
Israel sendiri tidak memiliki batas wilayah yang jelas. Mereka juga menduduki Dataran Tinggi Golan di Suriah, yang secara ilegal dicaplok pada tahun 1981.
Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang mengakui kedaulatan Israel atas wilayah Suriah tersebut, sejak 2019, di bawah pemerintahan Trump.





















