Kim Jong Un: Korut Siap Berdamai dengan AS Jika Diakui Sebagai Negara Nuklir

BeritaInternasionalPolitik
Views: 14

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan kesiapannya untuk menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat. Syaratnya, AS harus menghormati status nuklir Korut dan menghentikan segala bentuk permusuhan.

Hal itu diungkapkan Kim saat menghadiri parade militer dalam rangka memperingati Kongres Kesembilan Partai Pekerja Korea (WPK). Kantor berita KCNA melaporkan pernyataan tersebut pada Kamis (26/2).

Kim menegaskan bahwa jika AS menghormati posisi Korut sebagai negara nuklir, yang telah ditetapkan dalam konstitusi, maka tidak ada alasan untuk tidak berhubungan baik.

Ia juga menekankan bahwa selama lima tahun terakhir, WPK telah mengukuhkan status Korut sebagai negara bersenjata nuklir secara permanen.

Ini menjadi pesan jelas bagi pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan bahwa Korut tidak akan melepaskan senjata nuklirnya dalam kondisi apapun.

Menurut Kim, peningkatan dan penguatan senjata nuklir adalah inti dari strategi pertahanan dan pertempuran Korut.

Korut memiliki rencana jangka panjang untuk terus meningkatkan kekuatan nuklir nasional setiap tahunnya.

Fokus utama adalah meningkatkan jumlah senjata nuklir, memperluas sarana operasi nuklir, dan memodernisasi kemampuan serangan.

Kim juga menyoroti pentingnya pembekalan senjata nuklir bagi angkatan laut sebagai bagian dari penguatan militer secara keseluruhan.

Ia menyebutkan bahwa kekuatan nuklir adalah jaminan dasar bagi keamanan, kepentingan, dan hak pembangunan negara.

Kim menuding perluasan blok agresif pimpinan AS di kawasan Asia-Pasifik telah menciptakan situasi yang mengancam keamanan di Semenanjung Korea dan sekitarnya.

Aksi militer yang dinilai melampaui batas oleh AS semakin memperburuk kondisi keamanan di kawasan tersebut.

Dikutip dari Sputnik/RIA Novosti.

Tags: Kim Jong Un, Korea Utara, Nuklir

You May Also Like

Krisis RAM Ancam Pasar Teknologi Global, Pengaruhi Rilis PlayStation & Harga Switch 2
KPK Imbau Menkeu Lapor Jika Ragu Hadiah TikTok, Ingatkan Potensi Gratifikasi

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan