Taliban menyatakan kesediaan untuk berunding dengan Pakistan. Hal ini terjadi setelah Pakistan membombardir beberapa kota besar di Afghanistan. Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Pakistan menyerang Kabul dan Kandahar, basis Taliban, serta kota-kota lain. Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan “perang terbuka” dengan Taliban.
Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa pemimpin Taliban siap berunding. Tujuannya adalah mengakhiri kekerasan.
Kekerasan terbaru dipicu oleh serangan udara Pakistan di wilayah Afghanistan. Serangan itu memicu serangan balasan dari Afghanistan di sepanjang perbatasan.
Pakistan menuduh Afghanistan melindungi pejuang Taliban Pakistan. Afghanistan membantah tuduhan tersebut.
Mujahid mengatakan bahwa serangan Pakistan menghantam Kabul, Kandahar, dan Paktia. Selain itu, Paktika, Khost, dan Laghman juga terkena serangan.
Sebelumnya, Afghanistan melancarkan serangan drone terhadap posisi militer Pakistan di sepanjang perbatasan.
Juru bicara militer Pakistan, Ahmed Sharif Chaudhry, mengklaim bahwa operasi Pakistan menewaskan ratusan anggota pasukan Afghanistan. Namun, Mujahid membantah klaim tersebut.
Mujahid mengatakan bahwa puluhan tentara Pakistan tewas dan beberapa lainnya ditangkap. Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah warga sipil Afghanistan terluka.
Pemerintah Afghanistan melaporkan bahwa belasan warga sipil tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan Pakistan di Khost dan Paktika.
Operasi ini merupakan pemboman terluas Pakistan terhadap Kabul dan serangan udara pertama di basis Taliban sejak 2021.
Analis konflik, Abdul Sayed, mengatakan bahwa hubungan antara kedua negara memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Perbatasan darat sebagian besar ditutup sejak pertempuran mematikan pada Oktober.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya kekerasan. Rusia, Iran, dan Irak juga menyerukan diakhirinya pertempuran.





















