Venezuela Memanas: Intervensi AS Picu Kontroversi Perebutan Kekuasaan dan Kontrol Minyak

BisnisInternasionalPolitik
Views: 6

Venezuela memasuki babak baru yang penuh kontroversi sejak Januari 2026. Hal ini terjadi setelah Amerika Serikat melengserkan Presiden Nicolas Maduro.

Operasi ini dipuji sebagian pihak sebagai akhir dari pemerintahan diktator yang kejam. Namun, kritikus berpendapat bahwa tindakan itu melanggar hukum internasional.

Kritikus juga menilai intervensi AS hanya menciptakan krisis baru di negara tersebut.

Presiden AS saat itu, Donald Trump, dengan bangga mengklaim kendali atas minyak Venezuela. Klaim ini muncul seiring pemimpin sementara Venezuela menjalin kesepakatan dengan Washington.

Beberapa pihak melihat ini sebagai transisi yang diperlukan. Sementara itu, pihak oposisi menganggapnya sebagai bentuk penjajahan berbahaya.

Perdebatan sengit pun muncul mengenai masa depan Venezuela.

Apakah Venezuela kini lebih dekat dengan demokrasi, atau akankah nasibnya ditentukan oleh pihak asing, khususnya AS?

Mehdi Hasan berdebat dengan Vanessa Neumann, mantan utusan oposisi Venezuela untuk Inggris dan Irlandia. Neumann membela intervensi Trump.

Neumann berargumen bahwa kejatuhan Maduro sudah seharusnya terjadi sejak lama.

Diskusi ini juga menghadirkan Alejandro Velasco, profesor sejarah di New York University. Estefanía Melendez, mantan utusan diplomatik oposisi Venezuela juga hadir.

Selain itu, hadir pula Oscar Guardiola-Rivera, profesor hukum internasional di Birkbeck College, University of London.

Perdebatan ini menyoroti berbagai sudut pandang tentang situasi politik dan ekonomi di Venezuela pasca-intervensi AS.

Fokus utama adalah apakah intervensi tersebut membawa Venezuela lebih dekat ke demokrasi atau justru memperburuk keadaan.

Tags: Amerika Serikat, Intervensi, Venezuela

You May Also Like

AS Minta Warganya Tinggalkan Iran, Larang Perjalanan ke Sana
Panama Geledah Kantor Anak Perusahaan Hong Kong, AS-China Memanas?

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan