AS Minta Warganya Tinggalkan Iran, Larang Perjalanan ke Sana

InternasionalPolitik
Views: 4

Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras bagi warganya terkait Iran. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menghimbau agar warga Amerika tidak bepergian ke Iran. Bagi yang sudah berada di sana, diminta untuk segera meninggalkan negara tersebut.

“Tidak ada warga Amerika yang boleh bepergian ke Iran dengan alasan apa pun,” tegas Rubio dalam pernyataannya. Ia menambahkan, “Kami kembali menyerukan agar warga Amerika yang saat ini berada di Iran untuk segera pergi.”

Rubio juga menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah. Hal ini menyusul perintah eksekutif dari Presiden AS Donald Trump.

Perintah eksekutif tersebut bertujuan melindungi warga negara AS dari penahanan yang tidak sah di luar negeri. Kongres juga telah mengesahkan UU Pemberantasan Penahanan yang Tidak Sah tahun 2025.

UU ini memberi wewenang kepada Departemen untuk menetapkan Iran sebagai Negara Pendukung Penahanan yang Tidak Sah. Rubio memperingatkan konsekuensi lebih lanjut jika Iran tidak menghentikan tindakan tersebut.

“Jika Iran tidak berhenti, kami terpaksa akan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan,” ujarnya. Langkah-langkah ini termasuk rencana pembatasan perjalanan geografis pada penggunaan paspor AS ke, melalui, atau dari Iran.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa semua opsi terbuka terkait Iran. Ia mendesak Iran untuk bernegosiasi mencapai kesepakatan.

Hegseth menegaskan bahwa Presiden Trump lebih memilih solusi diplomatik. Namun, militer AS siap dengan rencana darurat jika Iran menolak kesepakatan.

“Iran harus membuat kesepakatan. Iran memiliki kesempatan untuk membuat kesepakatan,” kata Hegseth. Ia menambahkan bahwa itulah hasil yang lebih diinginkan presiden.

Hegseth menekankan pentingnya menyediakan berbagai opsi bagi Presiden Trump. Ini termasuk opsi jika Iran memutuskan untuk menolak kesepakatan.

Ketika ditanya apakah serangan militer masih dipertimbangkan, Hegseth menjawab bahwa “semuanya masih menjadi opsi.”

Situasi ini meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran. Warga Amerika di Iran diimbau untuk berhati-hati dan mempertimbangkan untuk meninggalkan negara tersebut.

Dikutip dari Sputnik/RIA Novosti.

Tags: AS, Iran, Perjalanan

You May Also Like

AKBP Didik Diduga Terima ‘Uang Keamanan’ dari Bandar Narkoba
Venezuela Memanas: Intervensi AS Picu Kontroversi Perebutan Kekuasaan dan Kontrol Minyak

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan