Penyanyi asal Inggris, Jessie J, baru-baru ini membagikan refleksi mendalam mengenai tahun 2025 yang disebutnya sebagai salah satu tahun terberat dalam hidupnya. Ungkapan ini disampaikan melalui serangkaian unggahan di Instagram Stories miliknya, di mana ia menampilkan foto close-up dirinya sedang menangis.
Dalam unggahannya, Jessie J menulis tentang pentingnya mengakui dan memproses perasaan sedih, sakit, dan patah hati, terutama di tengah dunia yang seringkali menampilkan kesan sempurna dan bahagia. Ia menyoroti bahwa banyak orang mengalami masa-masa sulit, baik bersamaan dengan hal-hal baik maupun tanpa adanya hal positif yang menyertai.
Pelantun lagu “Price Tag” itu menyatakan bahwa tahun 2025 terasa sangat berat dan sulit bagi banyak orang, termasuk dirinya sendiri. Secara pribadi, ia menyebut tahun ini sebagai salah satu tahun terberat sekaligus paling ajaib dalam hidupnya, baik dalam aspek pribadi maupun profesional. Ia mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, ia berhenti bekerja dan tampil di depan umum selama berbulan-bulan, memberinya waktu untuk merasakan kesedihan yang mendalam.
Jessie J juga menceritakan pengalamannya menangis, menulis banyak hal, dan merasa sangat terpuruk. Ia menggambarkan hal ini sebagai titik terendah yang pernah ia rasakan dalam beberapa waktu terakhir, di mana akumulasi semua perasaan yang dipendam akhirnya muncul ke permukaan. Ia menekankan bahwa membiarkan emosi keluar adalah hal yang sehat dan normal, dan bahwa manusia tidak ditakdirkan untuk selalu bahagia dan positif.
Penyanyi yang juga seorang ibu ini mengingatkan pentingnya memberikan dukungan kepada orang-orang yang sedang berduka. Ia menyarankan agar tidak mengatakan “jangan menangis” kepada seseorang yang sedang bersedih, melainkan menawarkan pelukan dan dukungan. Unggahan tersebut ditutup dengan pesan cinta dan dukungan untuk siapa pun yang sedang merasakan hal serupa, mengakui bahwa hidup kadang-kadang memang terasa sulit. Sebelumnya, Jessie J telah mengumumkan diagnosis kanker payudaranya dan menjalani mastektomi sebagai bagian dari perawatannya. Ia merasa beruntung karena kankernya terdeteksi dini, meskipun ada kemungkinan kanker tersebut dapat kambuh.























