Google Klaim ‘Klik Pantul’ Kurangi Lalu Lintas AI Overview

AIBeritaFeaturedTeknologi
Views: 4

Google menyatakan bahwa AI Overview mengurangi ‘klik pantul’ dari halaman penerbit. Liz Reid, Kepala Pencarian Google, menyampaikan hal ini dalam podcast Bloomberg Odd Lots. Reid berpendapat bahwa AI Overview mengurangi klik dari pengguna yang langsung kembali ke hasil pencarian.

Menurut Reid, pengguna kini bisa mendapatkan informasi yang mereka butuhkan langsung dari AI Overview. Pengguna yang ingin membaca lebih lanjut tetap akan mengunjungi halaman tersebut. Reid mengakui bahwa beberapa kueri mengalami penurunan klik iklan. Namun, ia mengklaim bahwa peningkatan volume kueri meng компенсируе hal ini.

Reid sebelumnya menyatakan bahwa volume klik organik dari Google Search ke situs web relatif stabil dari tahun ke tahun. Ia juga menyebutkan bahwa ‘klik berkualitas,’ yaitu kunjungan tanpa klik balik cepat, meningkat.

Dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Reid menggunakan istilah ‘klik pantul’. Ia menyatakan bahwa pendapatan iklan dengan AI Overview relatif stabil. Klaim Reid ini belum didukung oleh data yang dipublikasikan.

Data dari Chartbeat menunjukkan penurunan sekitar sepertiga dalam lalu lintas pencarian Google ke penerbit global. Referal dari Google Discover juga turun 21% dari tahun ke tahun di lebih dari 2.500 situs web penerbit.

Analisis Seer Interactive menemukan bahwa rasio klik-tayang organik untuk kueri dengan AI Overview turun dari 1,76% pada tahun 2024 menjadi 0,61% pada tahun 2025, penurunan sebesar 61%. Studi Pew Research Center menemukan bahwa pengguna mengklik hasil 8% dari waktu ketika AI Overview muncul, dibandingkan dengan 15% ketika tidak muncul.

Digital Content Next melaporkan penurunan median 10% dari tahun ke tahun dalam referal pencarian Google di 19 penerbit anggota antara bulan Mei dan Juni 2025. CEO DCN, Jason Kint, menyatakan bahwa data anggota memberikan ‘kebenaran mendasar’ tentang apa yang terjadi pada lalu lintas penerbit.

Deskripsi ‘klik pantul’ Reid menjawab pertanyaan yang diajukan oleh data. Namun, ia tidak memberikan data pendukung. Data independen mengukur total klik dan rasio klik-tayang. Data tersebut tidak mengukur subset klik yang digambarkan Reid sebagai bernilai rendah.

Google belum membagikan data internal yang memisahkan kedua jenis klik tersebut. Reid menyatakan bahwa Google mengukur seberapa sering orang kembali ke Pencarian. Ini melacak retensi Google, tetapi penerbit membutuhkan metrik lalu lintas.

Sampai Google membagikan data tersebut, ‘klik pantul’ harus diperlakukan sebagai klaim, bukan temuan. Data Chartbeat menunjukkan penurunan tajam dalam lalu lintas pencarian Google ke penerbit, terutama untuk penerbit kecil.

Pew Research Center menemukan bahwa AI Overview mengurangi klik ke situs web. Pengguna lebih cenderung mengakhiri sesi mereka di Google setelah melihat AI Overview. Ini menimbulkan kekhawatiran tentang dampak AI Overview terhadap ekosistem web.

Studi Seer Interactive menunjukkan penurunan CTR organik dan berbayar untuk kueri dengan AI Overview. Namun, situs web yang dikutip dalam AI Overview mengalami peningkatan CTR. Ini menunjukkan bahwa tampil dalam AI Overview dapat memberikan keuntungan kompetitif.

Secara keseluruhan, data independen menunjukkan bahwa AI Overview berdampak negatif pada lalu lintas pencarian ke penerbit. Klaim Google tentang ‘klik pantul’ tidak didukung oleh data publik.

Tags: AI Overview, Google, SEO

You May Also Like

Viral! Pelamar Koperasi Merah Putih ‘Sumbang’ Rp4 M dari Materai
CTR Tinjauan AI Turun 61%, Tapi Klik Tidak Anjlok: Keahlian SEO Tetap Relevan

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan