Kim Jong Un Ancam Korsel, Minta AS Hentikan Kebijakan Hostil

BeritaInternasionalPolitik
Views: 10

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menutup pintu dialog dengan Korea Selatan. Ia mengklaim pasukannya bisa “menghancurkan sepenuhnya” negara tetangganya itu.

Kim juga memberi sinyal bahwa dialog dengan Amerika Serikat memerlukan perubahan. Washington harus menghentikan kebijakan “hostil” terhadap Pyongyang.

“Jika Washington menghormati status negara kami seperti yang tercantum dalam konstitusi dan menarik kebijakan hostil, tidak ada alasan kami tidak bisa bergaul baik dengan AS,” kata Kim.

Hal ini disampaikan pada Rabu, saat Korea Utara menutup serangkaian pertemuan penting oleh Partai Pekerja Korea (WPK).

Kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, melaporkan bahwa Kim juga menyerukan pengembangan sistem senjata baru. Tujuannya untuk memperkuat militer nuklirnya.

Kim menetapkan pengembangan rudal balistik antarbenua yang bisa diluncurkan dari bawah laut. Ia juga ingin memperluas gudang senjata nuklir taktis.

Senjata taktis ini termasuk artileri dan rudal jarak pendek. Semuanya mampu menargetkan Korea Selatan, menurut KCNA.

Kim juga mengatakan bahwa percepatan program nuklir dan rudal Pyongyang telah “mempermanenkan” status negara itu sebagai negara bersenjata nuklir.

“Status kami sebagai negara bersenjata nuklir memainkan peran penting dalam mencegah potensi ancaman musuh dan menjaga stabilitas regional,” ujar Kim.

Ia menyebut senjata nuklir Korea Utara sebagai “jaminan dan alat pengaman” bagi keamanan dan kepentingannya.

Kongres Partai Pekerja yang diadakan setiap lima tahun sekali, dihadiri sekitar 5.000 perwakilan partai dari seluruh negeri. Kongres ditutup dengan parade militer di Pyongyang pada Rabu.

Foto-foto media pemerintah menunjukkan formasi tentara berbaris di Lapangan Kim Il Sung yang terang benderang. Kim dan putrinya berdiri di podium bersama para pejabat tinggi.

Kehadiran putri Kim, Kim Ju Ae, di parade memicu spekulasi lebih lanjut. Muncul dugaan bahwa dia sedang dipersiapkan sebagai penggantinya.

Tags: Kim Jong Un, Korea Utara, Nuklir

You May Also Like

Senegal Kecam Penahanan Fans di Maroko Usai Final AFCON
5 Alat Tukang Spesialis yang Sebaiknya Tidak Anda Beli

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan