Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan rencana impor 105.000 mobil pikap oleh PT Agrinas Pangan Nusantara tak akan membebani fiskal negara.
Hal ini terkait dukungan operasional Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Menurut Purbaya, Kopdes Merah Putih mendapat pembiayaan dari pinjaman Himbara.
Kemenkeu akan mencicil kewajiban pinjaman sekitar Rp40 triliun per tahun selama enam tahun ke depan.
“Jadi untuk saya sih risikonya clear, enggak ada tambahan risiko fiskal,” ujarnya.
Purbaya menyampaikan ini dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta.
Pembayaran cicilan dilakukan dengan mengalihkan sebagian alokasi dana desa yang sudah dianggarkan.
Dengan demikian, mekanisme penyaluran anggaran berubah, bukan menambah beban baru.
Agrinas berencana impor 105.000 kendaraan niaga dari India senilai Rp24,66 triliun.
Armada ini akan memperkuat sistem logistik Kopdes Merah Putih di berbagai daerah.
Pengadaan kendaraan niaga ini mendukung transportasi logistik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Sebanyak 105 ribu mobil pikap yang akan diimpor terdiri atas 35.000 unit mobil pikap ukuran 4×4 dari M&M, kemudian 35.000 unit pikap 4×4 dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.





















