Unjuk Rasa di Albania Tuntut Perdana Menteri Edi Rama Mundur

BeritaInternasionalPolitik
Views: 3

Demonstrasi menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Albania, Edi Rama, berujung bentrokan di Tirana. Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air ke arah pengunjuk rasa.

Para demonstran melemparkan bom molotov dan kembang api ke kantor perdana menteri. Aksi kemudian berlanjut ke depan gedung parlemen.

Bentrokan sengit terjadi selama sekitar dua jam di sekitar gedung parlemen. Polisi menangkap sekitar 30 orang dalam kericuhan tersebut.

Partai oposisi Demokratik mengklaim 40 pendukungnya ditahan oleh pihak kepolisian. Unjuk rasa dipicu oleh kasus korupsi yang melibatkan wakil perdana menteri.

Wakil Perdana Menteri Belinda Balluku diskors karena skandal korupsi. Beberapa mantan menteri di pemerintahan Rama juga diselidiki.

Ribuan orang berkumpul sambil membawa bendera Albania dan partai oposisi. Mereka meneriakkan yel-yel “Rama, pergi!” dan “Rama di penjara!”.

“Kami akan menyelamatkan Albania dari Edi Rama,” ujar Sali Berisha, pemimpin Partai Demokratik.

Berisha menuduh Rama menjerumuskan negara ke dalam kemiskinan dan korupsi. Ia bersumpah akan menyeret para pelaku korupsi ke pengadilan.

Menteri Dalam Negeri Albana Kociu mengecam aksi unjuk rasa tersebut. Kociu menyebut para pengunjuk rasa melakukan “vandalisme”.

Ia juga mengatakan bahwa menyerang polisi adalah sebuah “kejahatan”. Partai Sosialis yang dipimpin Rama memegang mayoritas parlemen.

Partai tersebut memenangkan masa jabatan keempat berturut-turut tahun lalu. Albania menargetkan untuk bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2030.

Politik Albania diwarnai persaingan antara partai sayap kiri dan kanan. Kedua belah pihak kerap saling tuduh korupsi.

Masing-masing pihak juga menuduh lawannya memiliki hubungan dengan kejahatan terorganisir.

Tags: Albania, Korupsi, Unjuk Rasa

You May Also Like

Fitur Baru iOS 26 Bantu Atasi Spam Teks
Microsoft: AI Ubah Perhitungan Startup, Potensi Lebih Besar dari Cloud

Latest News

Agama

Budaya

Sejarah

Hiburan